Rabu, 29 April 2026

Wali Kota Tangerang Geram! Tegas Tolak Premanisme di Pasar: Pedagang Tak Boleh Diintimidasi!

- Kamis, 6 November 2025

| 12:31 WIB

TANGERANG, BANTENPRO.CO.ID – Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menyoroti maraknya aksi intimidasi dan praktik premanisme terhadap pedagang di pasar rakyat. Hal ini disampaikannya saat menghadiri pelantikan Direktur Utama Perumda Pasar.

Sachrudin menegaskan bahwa tindakan premanisme dan pemungutan liar di lingkungan pasar rakyat tidak boleh dibiarkan. Praktik ini dinilai sangat mengganggu kenyamanan dan ketertiban bagi para pedagang.

“Masalah ketertiban dan praktek premanisme di lingkungan pasar juga tidak boleh menjadi pembiaran. Tidak boleh ada pemungutan liar,” tegas Sachrudin beberapa waktu lalu.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara Perumda Pasar, aparat keamanan seperti Satpol PP, dan masyarakat untuk menciptakan pasar yang aman, tertib, dan bebas intimidasi.

“Tidak boleh ada intimidasi terhadap pedagang. Pedagang harus nyaman. Perumda Pasar harus bersinergi dengan aparat keamanan, Satpol PP, serta masyarakat untuk menciptakan pasar yang aman dan tertib,” lanjutnya.

Secara terpisah, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebelumnya telah menegaskan komitmen kepolisian dalam memberantas praktik premanisme di seluruh Indonesia.

Kapolri bahkan membuka layanan pengaduan bagi masyarakat untuk melaporkan aksi premanisme, menjanjikan penindakan tegas.

“Yang jelas kita membuka semua layanan pengaduan dan kita pasti tindak tegas,” ujar Kapolri pada Mei 2025 lalu.

Ia juga mengimbau masyarakat agar berani melapor jika menemukan aksi premanisme di lingkungan mereka. “Saya minta kepada masyarakat yang merasa di sekitarnya ada kegiatan preman, agar segera melapor dan kita akan perintahkan anggota-anggota kita untuk menindak tegas,” imbuhnya.

Namun, keluhan soal premanisme ini khususnya mengemuka di wilayah Pasar Lama, Kota Tangerang. Manajer Operasional Perseroda TNG, Rudy Hariadi, mengakui pihaknya menghadapi kendala besar dalam mengelola pedagang kaki lima (PKL) akibat maraknya oknum ormas dan preman.

“Pengelolaan PKL nih, Pasar Lama. Itu pun tanda kutip ya, banyak oknum (preman dan ormas) di sana,” ungkap Rudy.

Meskipun telah berkoordinasi dengan kepolisian, pedagang tetap merasa takut. Intimidasi yang diterima bahkan sering berupa perusakan gerobak.

“Kepolisian sudah. Pedagang itu ngadu. Umumnya dia (pedagang) takut. Karena, nantinya gerobaknya dirusak oleh oknum-oknum di sana. Udah berulang kali,” papar Rudy.

Rudy menambahkan, total sekitar 247 PKL di bawah Perseroda TNG masih menjadi sasaran praktik pungutan liar (pungli), yang berdampak pada pendapatan.

“Kita sudah berupaya semaksimal mungkin, tapi pendapatannya ya belum maksimal gitu. Total PKL ada 247. Menurut data,” jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan premanisme di Pasar Lama.***