Senin, 27 April 2026

Angka Stunting di Kabupaten Tangerang Turun Jadi 7,3 Persen, Namun 15 Ribu Balita Masih Terdampak

- Minggu, 21 September 2025

| 14:04 WIB

Ilustrasi Stunting

TANGERANG, BANTENPRO.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Tangerang mengklaim prevalensi stunting di wilayahnya menurun menjadi 7,3 persen per Juni 2025. Angka ini jauh di bawah target nasional sebesar 14 persen.

“Sekarang target kita itu terakhir kita periksa bulan Juni kemarin stunting kita sudah 7,3 persen, jadi itu sudah turun dari target nasional 14 persen,” ujar Hendra, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Kamis (18/9/2025).

Meskipun secara persentase menurun, jumlah balita yang mengalami stunting di Kabupaten Tangerang masih tergolong tinggi, yakni mencapai sekitar 15.139 anak. Menurut Hendra, kasus stunting umumnya ditemukan pada keluarga kurang mampu, meskipun ada juga dari kalangan yang tergolong mampu, meski dalam jumlah kecil.

“Umumnya memang dari kelompok masyarakat yang kurang mampu walaupun ada yang mampu tapi presentasinya sedikit,” jelasnya.

Hendra menuturkan, penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan Dinas Kesehatan semata. Menurutnya, dibutuhkan kerja sama lintas sektor agar penurunan angka stunting bisa berkelanjutan.

“Kalau stunting itu harus lintas sektor, jadi bukan hanya Dinkes. Dinkes hanya menangani balitanya dengan intervensi pemberian makanan pangan medis khusus. Setelah kondisinya baik, dilanjutkan dinas lain seperti Dinas KB dengan pemberian makanan tambahan. Kalau keluarganya enggak punya jamban, Perkim nanti membangunkan jamban. Kalau rumahnya tidak layak huni, nanti dibangun rumah layak huni,” paparnya.

Kasus stunting, kata Hendra, tersebar hampir di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang. Namun, wilayah pantai utara (pantura) tercatat sebagai daerah dengan angka stunting tertinggi.

“Itu hampir seluruhnya ada tapi paling banyak di daerah pantura yang memang tingkat kemiskinannya tinggi, pendidikannya rendah,” tandasnya.***