SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untir) Prof. Fatah Sulaiman angkat bicara soal tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Banten. Ia meminta semua pihak agar tidak galau dengan angka-angka statistik tersebut.
“Makanya saya bilang jangan galau dengan angka-angka statistik pengangguran terbuka di Banten,” kata Fatah Suliman saat membacakan sambuta mewaili tokoh masyarakat Banten pada Rapat Paripurna Dalam Rangka HUT Banten ke-24 di Gedung DPRD Banten, Jumat, 4 Oktober 2024.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) per Februari 2024 di Provinsi Banten menembus 7,02 persen. Angka tersebut menjadikan provinsi Banten menempati urutan nomor satu angka pengangguran tertinggi di seluruh provinsi di Indonesia.
BACA: HUT ke-24, Provinsi Banten Dihantui Pengangguran dan Kemiskinan
Jumlah pengangguran di Provinsi Banten per Februari 2024 mencapai 424,69 ribu orang . Jumlah itu sebenarnya turun 61.666 orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Terkait angka penganguran terbuka itu, Fatah menyarankan semua pihak bersama-sama melakukan intervensi nyata. Salah satunya dengan menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang bermutu dan unggul.
“Kita intervensi puta-putri daerah Banten bisa. Setelah kita intervensi puta-putri daerah Banten, Untirta kerjasama dengan pemda Banten dan industri,” terang Fatah.
BACA: Rapat Paripurna HUT Banten ke-24 Diwarnai Intrupsi Penutupan Pabrik Miras di Cikande
“Hampir 1.986 putra putri Banten sudah tersebar di seluruh penjuru dunia berkiprah di industri petrokimia. Gak ada yang gak bisa. Putra putri Banten bisa,” sambung Fatah.
Pada kesempatan itu Fatah juga menyingung soal etos kerja warga Banten. Ia menyebut, warga Banten tidak kalah hebat dengan warga daerah lainnya.
“Jadi kalau ada streotip yang menyampaikan warga Banten malas itu bohong besar. Buktinya saya putra Banten bisa jadi rektor Untirta,” kata Fatah.
Dengan langkah intervensi secara gotong royong, Fatah meyakini akan menjadi kuncu kemajuan suatu daerah, termasuk mengentaskan pengangguran di Banten.
“Makanya kita intervensi, kita latih kita gotong royong yang kita perkuat. Industri, pemda dan dunia akademis dan pusat kita lakukan riset kolaborasi. Sekali lagi sinergi bersama semua element untuk memperkuat pendidikan mulai dasar sampai pendidukab tinggi. Karena inilah kunci kemajuan suatu masyraakat. Kunci kemajuan suatu bangsa, ” pungkasnya.
Masih berdasarkan data BPS, dengan jumlah pengangguran mencapai 424,69 ribu orang maka tingkat pengangguran mencapai 7.02 persen. Jumlah tersebut jauh di atas angka nasional yakni 4,82 persen per akhir Februari 2024.
BPS merilis, ada lima daerah provinsi dengan pengangguran terbanyak di Indonesia, salah satunya Provinsi Banten.
Berikut lima daerah atau provinsi dengan pengangguran tertinggi di Indonesia per Februari 2024:
Banten (7,02 persen)
Kepulauan Riau (6,94 persen)
Jawa Barat (6,91 persen)
DKI Jakarta (6,03 persen)
Papua Barat Daya (6,02 persen)














