SERANG, BANTENPRO.CO.ID- Provinsi Banten genap berusia 24 Tahun pada Hari Ini, Jumat 4 Oktober 2024. Menyikapi hal tersebut, Anggota DPRD Banten dari Fraksi PDI Peejuangan Yeremia Mendrofa memberikan sejumlah catatan penting.
Di antanya Yeremia menyebut, Provinsi Banten yang gebap berusia genap 24 tahun masih memiliki banyak pekerja rumah (PR) besar yakni pengangguran dan kemiskinan.
Menurut anggot DPRD Banten dari Dapil Banten 8 itu, pengangguran dan kemiskinan masih membayang-bayangi daerah dengan Moto Iman dan Takwa ini.
BACA: Rapat Paripurna HUT Banten ke-24 Diwarnai Intrupsi Penutupan Pabrik Miras di Cikande
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, angka kemiskinan di Banten pada Maret 2024 adalah 5,84 persen. Jumlah penduduk miskin di Banten pada Maret 2024 adalah 791.610 orang, menurun 34,5 ribu orang dari Maret 2023.
Angka kemiskinan itu berkaitan juga dengan angka pengangguran yang dalam dua tahun terakhir ini Banten menempati posisi pertama se-Indonesia.
“Untuk itu, pemerintah harus membuat program-program kerakyatan dalam rangka kita mengetaskan kemiskinan ekstrim di Provinsi Banten bisa rendah, bisa nol kemiskinan ekstrimnya. Tentu harus banyak program-program yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat, khususnya ekonomi yang kurang mampu,” ujar Yeremia kepada wartawan, Kamis 3 Oktober 2024.
BACA: Pengentasan Pengangguran Terbuka Masih Jadi Tuntutan Utama Dalam Aksi Mahasiswa di HUT Banten ke-24
Lebih labjut Yeremia mengatakan, untuk mengatasi pengangguran, Pemprov Banten harus membuka keran investasi khususnya padat karya sembari meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendidikan dan pelatihan.
Menurutnya, pendidikan ini adalah bidang yang perlu untuk dilakukan akselerasi, karena kondisi saat ini angka partisipasi sekolah di Banten masih berada di bawah angka rata-rata nasional.
“Ini perlu untuk dibenahi agar cita-cita untuk menuju Indonesia Emas 2045 itu bisa tercapai dengan menjadikan anak-anak di Banten ini unggul, sehat, dan cerdas,” kata Yeremia.
Selanjutnya, perihal kesehatan. Kata Yeremia, pemerataan kesehatan di Banten masih jauh dari harapan. Apalagi, saat ini Banten memiliki angka stunting yang lumayan banyak yaitu 24 persen anak.
“Terakhir, adalah terkait dengan pemerataan pembangunan. Kita perlu memperkecil gap pembangunan yang ada di Provinsi Banten dengan melakukan intervensi agar pemerataan pembangunan bisa terlaksana hingga ke ujung selatan Banten. Hal itu perlu didukung juga dengan gandeng tangan para stakeholder tanpa terkecuali,” imbuhnya.***













