SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Kepala BNN Provinsi Banten, Rohmad Nursahid, mengungkapkan kronologi dan peran dua tersangka yang ditangkap terkait upaya penyelundupan narkoba ke wilayah Banten dan sekitarnya, terutama Tangerang yang berdekatan dengan Jakarta. Diduga kuat, narkoba tersebut disiapkan untuk kebutuhan peredaran menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Dua tersangka, berinisial DH alias DR dan MR, disebut memiliki peran berbeda dan sebelumnya tidak saling mengenal. Keduanya kebetulan bertemu dan duduk berdampingan saat menjalankan tugas.
“DH alias DR bertindak sebagai kurir yang ditugaskan pihak pembeli, sementara MR adalah pemantau kurir yang merupakan suruhan dari pihak penjual,” ujar Rohmad. Kamis (11/12/2025).
Dalam pengakuannya, kedua tersangka mengungkap nominal pembayaran yang dijanjikan jika pengiriman berhasil. DH alias DR disebut menerima Rp15 juta per kilogram, dengan total sekitar Rp61–62 juta untuk seluruh paket. Sementara MR mendapat Rp3 juta per kilogram, sehingga total sekitar Rp12,1 juta.
Menghadapi momen libur akhir tahun, BNN Banten menyiapkan serangkaian langkah antisipatif untuk mencegah penyalahgunaan narkoba, khususnya oleh pihak-pihak yang bertanggung jawab atas keselamatan publik.
“Tes urin bagi pengemudi bus, tes urin bagi awak kapal (ABK), tes urin untuk pilot dan pramugari dan razia gabungan di pelabuhan, terminal, dan Bandara Soekarno-Hatta,” jelasnya.
“Ini untuk keamanan dan kenyamanan. Jangan sampai sopir, pilot, atau ABK kapal terindikasi narkoba karena itu sangat membahayakan,” tegasnya.
Menutup wawancara, Rohmad menyampaikan pesan kepada masyarakat yang akan merayakan liburan akhir tahun.
“Silakan merayakan tahun baru dengan aman, tetapi jangan menggunakan narkoba. Demi kenyamanan dan keselamatan, jauhi narkoba,” tutupnya.***














