Jumat, 6 Maret 2026

Debu Karakatau Posco Resahkan Warga, Hasbi Sidik Kritik Pola Komunikasi Posco dan Kelurahan

- Sabtu, 7 Februari 2026

| 01:14 WIB

Anggota DPRD Banten Hasbi Sidik saat melantunkan ayat Suci Aluran di Acara Pidato Perdana Gubernur Banten Andra Soni di DPRD Banten, Selasa (4/3/2025). (Foto: Istimewa)

CILEGON, BANTENPRO.CO.ID – Anggota DPRD Provinsi Banten dari Fraksi Gerindra, Hasbi Sidik, angkat bicara terkait keluhan warga mengenai debu yang kerap beterbangan di lingkungan pemukiman Kecamatan Ciwandan. Ia menilai sosialisasi dan langkah nyata dari pihak karakatau posco terkait masih sangat minim.

Hasbi mengaku baru mengetahui informasi adanya kegiatan yang memicu debu tersebut melalui grup WhatsApp (WA) pada malam hari. Namun, ia menyayangkan tidak adanya tindak lanjut dari aparatur setempat seperti Lurah maupun tokoh masyarakat untuk meneruskan informasi tersebut secara langsung kepada warga.

“Seolah-olah warga sedang istirahat malam, mau tidur, tiba-tiba ada debu beterbangan. Yang saya kecewa, pemberitahuannya hanya lewat surat ke Lurah atau Kecamatan, tapi tidak sampai ke masyarakat bawah. Tiba-tiba kejadian saja,” ujar Hasbi Sidik saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat 6 Febuari 2026.

Politisi Gerindra ini menekankan bahwa masalah ini bukan pertama kalinya terjadi. Ia merasa pola penanganan dari pihak terkait selama ini hanya sebatas permohonan maaf tanpa ada langkah konkret untuk memitigasi dampak kesehatan bagi masyarakat.

Menurut Hasbi, debu yang beterbangan tersebut sangat membahayakan kesehatan, terutama bagi anak-anak. Ia menyebut faktor cuaca hujan pada malam kejadian sedikit membantu mengurangi kepekatan debu di udara.

“Jangan hanya minta maaf saja. Ini urusan kemanusiaan dan lingkungan. Harusnya ada timbal balik, misalnya penyediaan fasilitas kesehatan gratis bagi warga terdampak. Jangan abaikan kesehatan warga di sini,” tegasnya.

Sebagai anggota DPRD Banten yang juga tinggal di area terdampak, Hasbi mengaku ikut merasakan langsung debu yang masuk ke kediamannya. Ia mendesak pihak pengusaha maupun pihak terkait untuk lebih transparan dan bertanggung jawab.

“Saya ini wong dewek (orang sini), saya dan keluarga juga kena dampaknya. Kedepannya, informasi bahaya debu ini harus diperjelas dan pihak-pihak terkait harus memberikan perhatian lebih, bukan cuma sekadar surat pemberitahuan,” pungkasnya.***