BANTENPRO.CO.ID-Paslon wali kota dan wakil wali kota Helldy Agustian-Alawi Mahmud menyebut industri di Kota Cilegon semakin ramah lingkungan.
Hal itu diungkapkannya saat menjawab pertanyaan moderator dalam agenda debat terkait transformasi aktivitas ekonomi, termasuk industri ke arah pembangunan berkelanjutan dan ramah lingkungan atau green economy.
“Pemkot Cilegon sudah melakukan mensosialisasikan kepada industri yang ada. Di Kota Cilegon kita tahu bawah DLH (Dinas Lingkungan Hidup) kami sangat aktif dalam hal sosialisasi green economy,” ujarnya, Kamis, 31 Oktober 2024.
Tak hanya itu, tambahnya, Pemkot Cilegon telah melakukan inovasi yang baru terkait green economy, yakni merubah sampah menjadi co-firing atau bahan bakar pengganti batu bara.
“Karena ini termasuk Smart City, Smart Government, kemudian yang kedua adalah Pemkot Cilegon di era kami membangun beberapa lapangan terbuka hijau yang tujuannya adalah agar tidak sepeti dalam rumah kaca, istilahnya,” terangnya.
Sejalan dengan Helldy, Alawi ingin warga Kota Cilegon bisa hidup berdampingan dengan industri. Ia bilang, bakal membuat suasana nyaman dan aman untuk warganya.
“Kami ke depan akan mencoba merumuskann kerangka bagaimana untuk memberikan rasa keamanan, rasa kenyamanan terhadap penduduk yang masih berada dalam lingkungan industri,” ujarnya.
Sebagai informasi, Indonesia telah meluncurkan indeks ekonomi hijau atau green economy. Ukuran ini mengharuskan aktivitas ekonomi, terlebih lingkungan industri ke arah pembangunan berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Dari pertanyaan yang diucapkan moderator debat kepada keduanya, berdasarkan rancangan teknokratik RPJMD 2025-2029, luas Kota Cilegon mencapai 16.259 hektar. Dari luas tersebut, 29 persen di antaranya merupakan kawasan industri.
Helldy-Alawi ditanyai mengenai indikator dan implementasi prioritas yang harus dilakukan mereka berdua guna membawa aktivitas industri Kota Cilegon agar ramah lingkungan.














