Kamis, 30 April 2026

Investor Tiongkok Akan Tanam Modal di Banten Senilai Rp600 Miliar

- Selasa, 18 Februari 2025

| 11:42 WIB

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten Virgojanti. (Foto: Istimewa)

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten Virgojanti mengklaim, perusahaan asing asal Tiongkok yakni PT Jaya Dinasti Indonesia (JDI) akan menggelontorkan dana investasi sebesar Rp600 miliar ke daerahnya.

Hal itu diungkapkan Virgojanti usai dirinya bersama Ketua DPRD Banten Fahmi Hakin melakukan lawatan ke Tiongkok pada akhir bulan Januari 2025 lalu.

“Kemarin saat pertemuan mereka (PT JDI) menyampaikan ketertarikannya kepada kami untuk berinvestasi di Banten, berupa pengelolaan kawasan industri di wilayah Kota Serang,” ujar Virgojanti kepada wartawan (17/2/2025).

Virgojanti mengatakan, perusahaan asal Tiongkok itu rencananya akan menanamkan investasi ratusan miliar di Kecamatan Kasemen, di Kota Serang untuk membuat kawasan industri di atas lahan 150 hektar (Ha).

Dalam kunjungan itu Virgo mengaku bertemu dengan Asosiasi Kamar Dagang Linhai, Provinsi Zhejiang yang didalamnya merupakan para pengusaha yang bergerak di berbagai bidang, termasuk PT JDI. Ia menuturkan, para pengusaha di Negeri Tiongkok itu saat ini tengah melirik potensi yang ada di Provinsi Banten untuk menanamkan investasinya.

“Insyallah ke depan pihak Zhejiang akan berkunjung ke kita (Provinsi Banten-red),” terangnya.

Lebih lanjut Virgo mengatakan, Pemerintah Tiongkok berencana untuk memindahkan kawasan industri di wilayah Provinsi Zhejiang ke Banten. Tujuannya, ingin mengembangkan kawasan tersebut menjadi kawasan yang berfokus pada sektor pariwisata.

“Akhirnya mereka mencari negara mana yang bisa investasikan, dengan sasaran negara Asia seperti Vietnam dan Indonesia. Dan ternyata, informasi tentang Banten ini minim sekali. Makanya kemarin saya ekspose dengan Ketua DPRD tentang potensi yang Banten miliki,” katanya.

“Kami sampaikan bahwa ada peluang investasi, jika ingin pindah silahkan bisa di kami (Banten, red). Alhamdulillah, mereka pun support. Insyallah nanti mereka akan datang kesini untuk menindaklanjutinya,” sambungnya.

Selain PT JDI tambah Virgojanti, terdapat beberapa perusahaan lainnya di Tiongkok yang juga ingin berinvestasi di Banten seperti perusahaan tekstil, fiber optik, bahkan perusahaan IT Cerdas Dahua yang merupakan perusahaan CCTV dan IP Camera terbesar di dunia.

“Perusahaan-perusahaan besar itu menyampaikan ketertarikannya untuk pindah ke Indonesia guna memenuhi permintaan pasar di negeri ini. Yang sudah masuk itu Waka, industri petro kimia di Cilegon,” ungkapnya.

Virgojanti juga menuturkan, pihaknya sendiri berkomitmen untuk proaktif dalam menjemput investasi, hal ini sesuai dengan arahan dari Presiden Prabowo Subianto sebagai salah satu upaya mengejar pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.

Lebih jauh, Virgojanti mengaku, selain menjemput investasi, Pemprov Banten tentunya akan mempersiapkan terlebih dahulu sarana, prasarana juga infrastruktur pendukung, sehingga nantinya Banten sudah siap menjadi daerah pertumbuhan ekonomi baru.

“Saya mohon supportnya aja dari teman-teman, mudah-mudahan daerah kita tetap kondisinya, dan apa yang mereka lakukan di kita juga tetap sesuai dengan apa yang mereka terapkan di negara mereka, yaitu taat pada lingkungan,” harapnya.

Diketahui, Tiongkok menjadi salah satu negara yang menanamkan investasi terbesar di Banten dengan nilai Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp4,62 triliun pada akhir tahun 2024 lalu. Kemudian disusul Singapura sebesar Rp7,44 triliun, Hongkong Rp9,88 triliun, Malaysia Rp10,33 triliun, dan Korea Selatan sebesar Rp15,30 triliun.

Total PMA yang disumbangkan oleh lima negara ini sebesar Rp58,02 triliun dan berhasil mendominasi perolehan investasi di Provinsi Banten melebihi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di tahun 2024 kemarin.

Adapun realisasi PMDN tercatat sebesar Rp47,60 triliun atau sekitar 45 persen dari total capaian investasi sebesar Rp105,62 triliun di tahun 2024.***