SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang resmi memindahkan lokasi penyelenggaraan Pasar Jedogan tahun ini. Pasar tumpah musiman yang rutin digelar menjelang Hari Raya Idul Fitri tersebut kini tidak lagi menempati kawasan Royal, melainkan dialihkan ke kawasan Kepandean.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DinkopUKMPerindag) Kota Serang, Wahyu Nurjamil, mengungkapkan relokasi dilakukan demi menjaga hasil revitalisasi kawasan Royal Baroe agar tidak rusak akibat padatnya aktivitas pedagang.
“Kenapa dipindahkan? Karena Royal Baroe sudah tidak boleh lagi digunakan. Kita khawatir aktivitas pasar akan merusak fasilitas umum yang baru saja dibangun,” ujar Wahyu usai rapat koordinasi lintas OPD, Kamis (22/1/2026).
Meski lokasi berpindah, Pemkot Serang menjanjikan suasana yang lebih semarak. Pasar Jedogan 2026 akan dikemas menyerupai konsep ‘mini Serang Fair’ dengan berbagai daya tarik tambahan untuk warga.
Berikut poin-poin penting terkait pelaksanaan tahun ini:
- Waktu Pelaksanaan: Direncanakan berlangsung selama tiga hari pada rentang 17 hingga 20 Ramadan.
- Target Kebersihan: Seluruh aktivitas wajib rampung sebelum malam takbiran agar area kembali bersih saat Lebaran.
- Fasilitas Hiburan: Selain bazar, akan ada panggung musik (live music) dan berbagai wahana permainan.
- Anggaran: Pemkot mengalokasikan dana sekitar Rp200 juta untuk operasional dan honor petugas gabungan (Dishub, Satpol PP, TNI/Polri, hingga DLH).
Dari data kecamatan dan kelurahan, tercatat kebutuhan sekitar 200 stand. Namun, tahun ini pemerintah baru bisa mengakomodasi sekitar 120 hingga 130 stand. Wahyu menegaskan bahwa prioritas utama diberikan kepada pengusaha lokal Kota Serang.
Terkait teknis di lapangan, konsep yang diusung menyerupai Car Free Day (CFD) dengan pembagian zona:
- Zona Fashion: Menempati badan jalan yang ditutup.
- Zona Kuliner: Menempati area dalam pasar yang sudah tersedia.
Untuk mendukung kelancaran, Dinas Perhubungan akan menerapkan rekayasa lalu lintas dengan menutup akses jalan mulai dari titik Hotel Flamingo hingga tikungan menuju area Kepandean.
“Konsepnya seperti Car Free Day. Tenant pakaian ada di badan jalan, kulinernya tetap di dalam area pasar. Kami ingin masyarakat nyaman berbelanja sekaligus terhibur,” pungkasnya.***













