Selasa, 21 April 2026

Janji 5 Tahun Flyover Trondol: Mampukah Atasi Kemacetan Akut Kota Serang?

- Senin, 28 Juli 2025

| 14:05 WIB

Muhammad Farhan Azis, Wakil Ketua DPRD Kota Serang

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Kemacetan kronis di Kota Serang, khususnya di kawasan Trondol, semakin menjadi momok bagi warga. Dengan populasi yang melonjak mendekati 750 ribu jiwa namun luas wilayah urban yang stagnan, solusi penanganan lalu lintas kian mendesak.

Harapan kini digantungkan pada proyek pembangunan Flyover Trondol, namun sejumlah pertanyaan kritis menyertai janji realisasinya dalam lima tahun ke depan.

Muhammad Farhan Azis, Wakil Ketua DPRD Kota Serang, tak menampik parahnya kondisi ini. Ia bahkan berbagi pengalaman pahit terjebak macet 40 menit dari Kebon Jahe hingga Taman Mutiara.

“Itu sudah kayak hampir Jakarta gitu kan kita melihat,” keluhnya, pada Senin, 28 Juli 2025. menggambarkan betapa lumpuhnya terowongan Trondol akibat volume kendaraan yang tak terkendali. 

Farhan Azis optimistis dengan dimulainya studi kelayakan (FS) tahun ini. Namun, ia sendiri mengakui bahwa pembangunan fisik Flyover Trondol paling cepat baru bisa dimulai tahun depan, dan itupun tak akan langsung rampung.

“Saya target dalam 5 tahunnya 2029 ini sudah ada yang terbangun walaupun misalkan belum selesai tapi sudah mulai terbangun,” tegas Farhan, buru-buru menepis anggapan ini sekadar janji politik. Ia berharap proyek ini akan didanai dan dilaksanakan oleh pemerintah provinsi.

Meski niat baik patut diapresiasi, janji realisasi dalam rentang waktu lima tahun menimbulkan sejumlah pertanyaan. Apakah studi kelayakan yang baru dimulai akan cukup kuat menjadi dasar pembangunan proyek sebesar ini.

Mengingat kompleksitas pembangunan infrastruktur di wilayah padat, akankah target “mulai terbangun” di tahun depan, apalagi selesai dalam lima tahun, dapat tercapai tanpa hambatan signifikan.

Lebih jauh, apakah pembangunan satu flyover saja cukup untuk mengatasi akar masalah kemacetan di Kota Serang yang disebabkan oleh pertumbuhan penduduk pesat dan minimnya pelebaran jalan. 

Tanpa diiringi perencanaan tata kota yang komprehensif, penambahan moda transportasi publik yang efektif, atau bahkan penegakan aturan lalu lintas yang lebih ketat, Flyover Trondol bisa jadi hanya solusi parsial. Warga Serang tentu berharap janji ini bukan sekadar angin surga, melainkan awal dari solusi nyata untuk kemacetan yang kian mencekik.***