TANGERANG, BANTENPRO.CO.ID — Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Serang turut ambil bagian dalam rangkaian bakti sosial Hari Bhakti Imigrasi ke-76 yang digelar di Kampus Politeknik Pengayoman, Tangerang.
Kegiatan tersebut meliputi donor darah, penanaman 20.000 bibit kelapa, serta penyerahan paket sembako kepada masyarakat.
Kegiatan ini dihadiri Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (IMIPAS) Agus Andrianto bersama jajaran pimpinan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Bakti sosial tersebut menjadi wujud komitmen jajaran Imigrasi dalam mendukung nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, serta pelestarian lingkungan.
Penanaman dan penyerahan bibit kelapa diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat, sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan dan ketahanan pangan nasional.
Dalam sambutannya, Menteri IMIPAS Agus Andrianto menegaskan bahwa peringatan Hari Bhakti Imigrasi memiliki keterkaitan erat dengan kebijakan nasional.
“Peringatan Hari Bhakti Imigrasi ke-76 merupakan implementasi program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang sejalan dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa penyerahan 20.000 bibit kelapa kepada Pemerintah Daerah Tangerang merupakan bagian dari dukungan Imigrasi terhadap pembangunan ekonomi berkelanjutan.
“Langkah ini mendukung agenda hilirisasi kelapa, mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan ketahanan pangan nasional,” kata Agus.
Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Serang I Gusti Agung Komang Artawan mengatakan, partisipasi jajarannya dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program kementerian sekaligus upaya memperkuat citra Imigrasi yang humanis.
“Melalui kegiatan ini, kami diingatkan bahwa tugas Imigrasi tidak hanya pelayanan dan penegakan hukum, tetapi juga kepedulian sosial serta tanggung jawab terhadap lingkungan,” ujarnya.
Hari Bhakti Imigrasi ke-76 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Imigrasi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.*














