CILEGON, BANTENPRO.CO.ID – Ketua RT 18 RW 09 Perumahan BBS 3, Kelurahan Ciwaduk, Iswandi, membeberkan detik-detik saat dirinya pertama kali mengetahui insiden tewasnya putra mantan Ketua DPC PPP Kota Cilegon pada Selasa (16/12/2025).
Iswandi mengaku tidak mengetahui secara pasti waktu kejadian perkara. Namun, ia baru mendapatkan kabar mengejutkan tersebut dari pihak kepolisian saat hari sudah beranjak sore.
“Persisnya saya enggak tahu, saya tadi ditelpon Pak Hamzah (Babinkamtibmas Ciwanduk) tapi sudah sore, nelpon saya itu habis Ashar,” ujar Iswandi saat ditemui di sekitar lokasi kejadian di Blok C5 Nomor 8.
Berdasarkan keterangan yang ia himpun dari Maman (ayah korban), Iswandi menjelaskan bahwa saat peristiwa terjadi, hanya ada korban dan kakak sulungnya di dalam rumah. Sementara sang ayah tengah berada di tempat kerja.
“Tadi Pak Maman cerita, kan di rumah berdua sama kakaknya. Kakaknya telepon, Pak Maman masih di workshop,” jelas Iswandi mengulang kembali penuturan ayah korban.
Iswandi menambahkan, suasana mendadak mencekam ketika anak sulung Maman menelepon ayahnya dengan suara panik mengabarkan kondisi sang adik.
“Ditelepon sama anaknya yang gede, katanya ‘Aki (korban) berdarah-darah’. Pak Maman langsung pulang saat itu juga,” tuturnya.
Setibanya di rumah, Iswandi menyebutkan bahwa ayah korban langsung melakukan tindakan penyelamatan tanpa menunggu bantuan lebih lanjut karena kondisi korban yang sudah kritis.
“Begitu pulang, ketika lihat anaknya berdarah-darah langsung diangkat saja sama beliau,” kata Iswandi. Korban pun segera dilarikan ke Rumah Sakit Bethsaida sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Selaku ketua RT, Iswandi membenarkan bahwa korban masih sangat belia dan tercatat sebagai warga di lingkungannya yang aktif bersekolah.
“Korbannya kelas 4 SD, umurnya sekitar sepuluh tahunan,” pungkasnya.***












