Jumat, 12 Juni 2026

Mahasiswa KKM UNIBA Ajarkan Ecoprint Ramah Lingkungan ke Siswa SDN Kemang

- Selasa, 29 Juli 2025

| 16:13 WIB

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 68 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) sukses menggelar pelatihan ecoprint bagi siswa-siswi SDN Kemang, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, Banten, pada Senin (29/7/2025).

Kegiatan ini bertujuan mengenalkan teknik mencetak motif alami dari daun dan bunga ke media kain sebagai bentuk edukasi ramah lingkungan.

Pelatihan ini disambut antusias oleh para guru dan siswa, lantaran menawarkan pengalaman langsung mengolah bahan alam menjadi karya seni bernilai.

Ketua Kelompok 68, Lutfi Septiyadi, menjelaskan bahwa pelatihan ecoprint ini bukan hanya untuk mengenalkan teknik baru, tetapi juga untuk mengedukasi generasi muda tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

“Kami ingin anak-anak SDN Kemang belajar bahwa alam bisa menjadi sumber inspirasi yang luar biasa. Melalui ecoprint, mereka bisa menuangkan kreativitas sekaligus memahami pentingnya melestarikan lingkungan sekitar,” ujar Lutfi.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kreativitas dan memberikan pengalaman baru bagi siswa dalam bidang seni dan keterampilan, menjadikan ecoprint sebagai media ekspresi kreatif.

Dosen Pendamping Lapangan (DPL) KKM Kelompok 68, Ita Rosita Wahyiah, turut hadir dan memberikan apresiasi tinggi atas semangat mahasiswa serta antusiasme masyarakat.

“Kegiatan ini sejalan dengan semangat pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Ecoprint bukan hanya kegiatan seni, tetapi juga bisa menjadi peluang usaha yang bernilai,” tutur Ita.

Ia menambahkan bahwa pelatihan seperti ini sangat bermanfaat untuk melatih keterampilan tangan dan menumbuhkan semangat berkarya.

Diva Anggun Aulia, Koordinator Bidang Pendidikan KKM Kelompok 68, merasa senang dengan jalannya kegiatan ini. “Kegiatan ini menjadi momen yang berkesan, baik bagi mahasiswa maupun siswa-siswi SDN Kemang. Keterampilan dan pesan yang disampaikan bisa terus menginspirasi dan bermanfaat, anak-anak belajar hal baru sambil tetap bergembira,” ungkap Anggun.

Pelatihan berlangsung lancar dan interaktif. Siswa-siswi tampak antusias mengikuti setiap proses, mulai dari pengenalan bahan, teknik pembuatan, hingga hasil akhir ecoprint yang mereka bawa pulang sebagai kenang-kenangan. Kegiatan ini diharapkan menjadi awal tumbuhnya kesadaran ekologis sejak dini di lingkungan sekolah dasar.***

2