Selasa, 14 April 2026

Mendes Yandri Larang Minimarket Baru Ekspansi ke Desa: Fokus Hidupkan Kopdes Merah Putih

- Selasa, 24 Februari 2026

| 19:39 WIB

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, menegaskan komitmennya untuk melindungi ekonomi warga desa. Ia secara resmi meminta penghentian izin baru bagi ritel modern atau minimarket yang ingin masuk ke wilayah pedesaan.

Klarifikasi ini disampaikan Yandri menyusul isu liar yang menyebut dirinya akan menutup gerai minimarket yang sudah ada. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri acara Kolaborasi Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Desa Ranjeng, Selasa (24/2/2026).

“Saya tegaskan, saya tidak pernah musuhan dengan minimarket untuk ditutup. Yang sudah ada, silakan jalan. Tapi yang saya sampaikan adalah stop ekspansi yang baru, stop izin yang baru masuk ke desa-desa,” tegas Yandri di hadapan para kepala desa se-Banten.

Yandri menjelaskan, kebijakan ini diambil agar usaha mikro milik masyarakat desa tidak mati tergilas oleh raksasa ritel. Langkah ini disebutnya selaras dengan Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto, yakni membangun ekonomi dari bawah.

Sebagai gantinya, pemerintah mendorong penguatan Kopdes Merah Putih. Koperasi ini diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi desa yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat.

“Jangan sampai minimarket ini masuk jauh ke pelosok desa dan mematikan usaha rakyat. Kita punya Kopdes Merah Putih yang dikelola dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat,” imbuhnya.

Terkait permodalan, Mendes memastikan anggaran Kopdes bersumber dari Dana Desa. Ia menekankan bahwa tidak ada pemotongan nominal Dana Desa dari pusat, melainkan pengalihan tata kelola agar lebih produktif.

Ia mencontohkan, salah satu Kopdes yang telah berjalan mampu meraih omzet Rp150 juta per bulan dengan profit mencapai 30 persen.

“Keuntungan Kopdes ini minimal 20 persen kembali ke desa sebagai Pendapatan Asli Desa (PADes). Inilah cara kita memastikan negara berpihak pada rakyat desa,” kata Yandri.

Yandri juga mengajak Gubernur hingga tingkat RT/RW untuk bersinergi menjadi Super Tim demi menyukseskan program ini. “Negara harus hadir dan membela peluang ekonomi rakyat kecil di desa-desa seluruh Indonesia,” pungkasnya.***