Sabtu, 18 April 2026

Pecah Kongsi Dengan Syafrudin, Subadri Gaet Ketua PDIP di Pilkada Kota Serang 2024

- Rabu, 24 April 2024

| 17:17 WIB

Mantan Wakil Walikota Serang Subadri Ushuludin ajak Bambang Janoko koalisi di Pilkada 2024 mendatang (Foto: Mahyadi/Bantenpro.co.id)

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Mantan Wakil Wali Kota Serang Subadri Ushuludin mengisyaratkan pecah kongsi alias pisah dengan Mantan Wali Kota Serang Syafrudin pada Pilkada Kota Serang 2024.

Demikian terungkap disela-sela Subadri Ushuludin mendaftar penjaringan bakal calon wali kota Serang di Kantor DPC PDIP Kota Serang, Rabu, (24/4/2024).

“Pak Syafrudin jalan, saya juga jalan (pisah). Kan lebih baik lebih bagus,” kata Subadri Ushuludin kepada wartawan.

Menurut Subadri Ushuludin, saat ini dirinya dan Syafrudin sudah memiliki kepentingan yang berbeda, sehingga kemungkinan besar menjadi lawan politik pada Pilkada Kota Serang 2024.

“Nanti tinggal masyarakat kalau lebih banyak (calon walikota-red) kan lebih bagus. Toh masyarakat Kota Serang melek politiknya tinggi, sehingga masyarakat target pertamanya milih yang terbaik dari terbaik,” kata Subadri.

Untuk itu, Subadri mengaku, kini tengah mencari pendamping untuk melawan Syafrudin pada Pilkada 2024. Salah satu strateginya dengan ikut penjaringan dan menggandeng Bambang Janoko sebagai bakal calon wakil wali Kota Serang.

“Saya sih niatnya begitu (menggaet Bambang Janoko), tinggal kembali lagi ke niatan Pak Bambang. Menyamakan niatannya ketemu tidak tuh rumusan niatannya, kalau ketemu Allah merestui ya jalan kita,” ungkapnya.

Meski berbeda dalam sikap politik Subadr mengatakan, saat ini komunikasi antara dirinya dengan Mantan Walikota Serang Syafrudin masih berjalan dengan baik seperti bapak dan anak.

“Saya dan Pak Syafrudin (seperti) antar anak dan orang tua tidak ada batal wudu. Tidak ada juga miss komunikasi, masih berkomunikasi tapi kembali lagi ke niatan nafsi-nafsi (sendiri-sendiri) Pak Syafrudin nyalon, saya juga nyalon,” tegasnya.

“Kenapa saya harus bersilahturahmi, terlepas kurang atau lebih bentukan sebuah kebersamaan itu awal atau peta jalan menuju pembangunan, untuk menuju kebersamaan. Kebersamaan ini harus dibentuk dari sekarang, pertama disamping dalam rangka pemenuhan 20 persen dari 40 persen itu berarti 20 kursi. Yang kedua kalaupun lebih kebersamaan pun lebih baik jadi intinya saya sadar PPP baru empat kursi, PDIP empat kursi ya karenannya kita tetep berikhtiar. Kita sama-sama berikhtiar tinggal nanti siapa yang masuk,” tutupnya.***