Selasa, 2 Juni 2026

Pejabat Kabupaten Serang Jadi Pembicara di Forum Internasional Singapura: Bahas Peradaban Sosial dan Kesehatan di Asia Pasifik

- Selasa, 16 Desember 2025

| 15:06 WIB

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Kabar membanggakan datang dari Kabupaten Serang. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPKD) Kabupaten Serang, dr. Rahmat Fitriadi, didapuk menjadi pembicara dalam diskusi tingkat Asia Pasifik (Asia Pacific Round Table Discussion) yang digelar di Singapura.

Acara bergengsi tersebut diselenggarakan oleh sebuah lembaga riset dan kebijakan swasta dari Washington D.C., Amerika Serikat, dan berfokus pada pengelolaan lingkungan sosial, kesehatan, serta tantangan masa depan di kawasan Asia Pasifik.

Diskusi meja bundar yang mempertemukan sekitar 30 peserta dari tujuh negara—termasuk Jepang, Amerika Serikat, Filipina, India, Bangladesh, Indonesia, dan Singapura—ini berlangsung selama tiga hari, pada tanggal 9 hingga 11 Desember 2025, bertempat di National University of Singapore (NUS).

Dalam paparannya, dr. Rahmat Fitriadi secara khusus menyoroti keberhasilan Singapura dalam mentransformasi peradaban dan lingkungan sosialnya menjadi sangat positif, terutama dalam aspek kesehatan dan kondusivitas keamanan.

“Singapura telah berubah. Selama ini mereka terkesan individual, tapi sekarang mereka membentuk komunitas-komunitas, seperti ‘arisan’ di kita, tapi topiknya tentang kesehatan, produktivitas, terutama bagi mereka yang sudah lanjut usia,” jelas dr Rahmat kepada BANTENPRO, Senin (15/12/2025).

Ia menekankan bahwa pendekatan Singapura yang memandang kesehatan sebagai sebuah investasi utama dan memberdayakan warga lanjut usia (lansia) merupakan poin penting. Dicontohkannya, lansia berusia 70 tahun di sana masih aktif sebagai relawan.

Saat ditanya mengenai alasannya dipilih sebagai satu-satunya perwakilan dari Indonesia, dr. Rahmat mengungkapkan bahwa pihak penyelenggara telah melacak rekam jejaknya sejak tahun 2010.

“Mereka bilang, ‘Kami butuh pengalaman Bapak, baik Bapak sebagai birokrat, sebagai praktisi, maupun keikutlembagaan Bapak selama ini’,” ujarnya. Keterlibatannya dalam berbagai program NGO di Banten selama ini disebut menjadi nilai tambah yang krusial.

Setelah mengikuti forum tersebut, dr. Rahmat mengambil kesimpulan bahwa keberhasilan pembangunan Singapura bertumpu pada dua pilar utama: stronger government (pemerintahan yang kuat) dan adanya peradaban serta kultur budaya masyarakat yang saling mendukung.

Fakta bahwa Singapura tidak memiliki lagi masyarakat dengan pendapatan di bawah $2 AS per hari menjadi bukti nyata keberhasilan pembangunan mereka.

“Kesan bagi saya, kita harus membangun peradaban di masyarakat kita. Peradaban itulah yang menjadi tolak ukur keberhasilan mereka,” tegasnya.

Ia berharap, meskipun kultur negara lain tidak bisa diadopsi mentah-mentah, indikator keberhasilan seperti masyarakat sejahtera, lingkungan sosial yang baik, dan fisik yang bagus dapat terwujud di Kabupaten Serang dan Provinsi Banten di masa mendatang.

“Merasa bangga rasanya bisa ketemu dengan orang-orang yang luar biasa, dan [menjadi] sebuah tantangan kita ke depan bagaimana kita membuat peradaban di masyarakat kita menjadi lebih baik,” tutupnya.***

2