SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Sektor pertanian Banten mencatat kinerja solid sepanjang 2025. Produksi padi melonjak dua digit seiring perluasan lahan panen, memperkuat posisi Banten sebagai salah satu daerah penopang agenda swasembada pangan nasional.
Gubernur Banten Andra Soni mengungkapkan capaian tersebut usai mengikuti Panen Raya Nasional dan pengumuman swasembada pangan bersama Presiden RI Prabowo Subianto secara daring dari kawasan Tasikardi–Banten Lama, Kabupaten Serang, Rabu (7/1/2026).
Menurut Andra, luas panen padi di Banten mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Ekspansi area tanam ini berdampak langsung pada kenaikan volume produksi padi daerah.
Data Pemprov Banten mencatat luas panen bertambah dari sekitar 299 ribu hektare menjadi 349.288 hektare. Sejalan dengan itu, produksi padi naik dari 1,5 juta ton menjadi 1,8 juta ton atau tumbuh 16,84 persen.
“Kenaikan produksi sejalan dengan bertambahnya luas panen,” kata Andra.
Kontributor utama produksi beras di Banten masih berasal dari Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Serang yang menjadi sentra pertanian padi.
Andra menilai lonjakan produksi tidak terlepas dari kebijakan strategis pemerintah pusat. Sejumlah intervensi dinilai berhasil menjaga biaya produksi sekaligus meningkatkan produktivitas petani.
Ia menyoroti penurunan harga pupuk, kepastian harga pembelian gabah, serta percepatan perbaikan jaringan irigasi sebagai faktor kunci di lapangan.
“Kebijakan ini memberi kepastian bagi petani untuk terus meningkatkan hasil panen,” ujarnya.
Ke depan, Pemprov Banten menyiapkan langkah lanjutan untuk menjaga momentum tersebut. Fokus utama diarahkan pada perlindungan lahan pertanian agar produksi tetap berkelanjutan pada 2026.
Perlindungan dilakukan melalui penguatan RTRW dan program Lahan Sawah Dilindungi guna menekan alih fungsi lahan produktif.
Pada agenda panen raya, Pemprov Banten juga menyalurkan bantuan bibit padi unggul kepada kelompok tani serta paket sembako bagi warga sekitar.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa swasembada pangan nasional tercapai lebih cepat dari target awal. Ia menegaskan ketahanan pangan menjadi fondasi utama kemandirian ekonomi nasional.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menambahkan, produksi beras nasional 2025 mencapai 34 juta ton dengan stok 3,2 juta ton. Nilai Tukar Petani berada di level 125, mencerminkan perbaikan kesejahteraan petani.














