Jumat, 1 Mei 2026

Ratusan Mahasiswa FISIP UNIBA Kunjungi DPR, Belajar Demokrasi Langsung di Parlemen

- Kamis, 10 Juli 2025

| 13:49 WIB

JAKARTA, BANTENPRO.CO.ID – Sebanyak 180 mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bina Bangsa (UNIBA) ramai-ramai menyambangi Gedung DPR-MPR RI pada Rabu, 9 Juli 2025.

Kunjungan edukatif bertajuk “FISIP Educational Visit Goes to DPR-RI” ini diikuti oleh mahasiswa dari program studi Ilmu Pemerintahan, Administrasi Publik, dan Ilmu Komunikasi.

Mengusung tema “Explore Parliament: Memahami Mekanisme Kerja DPR-RI,” kegiatan ini menjadi ajang pembelajaran langsung yang membuka wawasan mahasiswa tentang peran strategis lembaga legislatif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kunjungan dimulai dengan sambutan dari Endayana, salah satu dosen pendamping. Ia menekankan pentingnya pengalaman langsung seperti ini untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai proses demokrasi dan kerja parlemen.

“Teori yang dipelajari di kelas akan semakin bermakna ketika dipadukan dengan praktik nyata di institusi negara,” ujar Endayana.

Rombongan UNIBA disambut hangat oleh Agraha Dwita Sulistyasati, perwakilan Humas Sekretariat Jenderal DPR RI. Dalam sesi diskusi yang berlangsung aktif, mahasiswa melontarkan beragam pertanyaan kritis, termasuk soal bagaimana membangun kembali kepercayaan generasi muda terhadap DPR-RI.

Menjawab hal itu, Agraha menjelaskan beberapa program DPR yang khusus menyasar anak muda, seperti Parlemen Remaja, Parlemen Goes to Campus, serta upaya peningkatan akses publik melalui media massa dan layanan pengaduan masyarakat.

Selain berdiskusi, para peserta juga diajak mengunjungi Museum DPR-RI untuk menyelami sejarah perkembangan lembaga legislatif Indonesia. Tak hanya itu, mereka juga berkesempatan masuk ke Ruang Paripurna, ruang utama tempat pengambilan keputusan penting negara. Suasana megah ruang paripurna ini menjadi momen reflektif bagi mahasiswa tentang pentingnya peran legislatif yang selama ini mereka pelajari dan kritisi.

Di akhir kegiatan, Diah Ayu Pratiwi, dosen pendamping lainnya, menekankan bahwa generasi muda bukan hanya penonton dalam proses politik, tetapi harus menjadi penggerak perubahan.

“Generasi muda harus jadi semangat baru dalam mengawal wakil rakyatnya. Kalau bukan mereka, siapa lagi yang akan membawa lompatan besar menuju generasi emas Indonesia?” tegas Diah.

Kegiatan ini menegaskan pentingnya sinergi antara institusi negara dan institusi pendidikan. Melalui kunjungan seperti ini, mahasiswa tidak hanya belajar tentang sistem, tapi juga membentuk sikap kritis dan konstruktif sebagai warga negara yang sadar akan peran dan tanggung jawabnya.***