Selasa, 28 April 2026

Royal Serang Jadi Pusat Ekraf, Ajak Brand Viral Jadi Benchmark UMKM

- Jumat, 21 November 2025

| 14:59 WIB

Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kota Serang, Wahyu Nurjamil

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Kawasan Royal Baroe di Kota Serang akan menjadi tuan rumah bagi sebuah inisiatif unik dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal melalui konsep ‘Pop Up Market Kecil’.

Acara ini bukan sekadar ajang pameran, tetapi juga upaya strategis untuk menciptakan ‘benchmark’ bagi para pengusaha di Kota Serang dengan menarik partisipasi brand-brand viral dari luar daerah.

Rencana kegiatan ini berfokus pada aktivasi-aktivasi kecil di luar event besar seperti Serang Fair, dengan tujuan memberdayakan pengusaha kecil secara lebih intensif.

“Kota Serang itu kan besar, tapi kita membuatkan pop up market-nya yang sifatnya dia kecil-kecil yang melibatkan beberapa pelaku, beberapa pengusaha kecil yang ada di Kota Serang,” ujar Wahyu Nurjamil Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil, Perindustrian dan Perdagangan (DinkopUKMPerindag) Kota Serang, Jumat (21/11/2025).

Meskipun mengedepankan pelaku usaha lokal, acara ini secara khusus berupaya menarik brand-brand luar yang sudah viral dan memiliki reputasi kuat. Tujuannya adalah agar pengusaha lokal mendapatkan pembanding (benchmark) langsung.

Beberapa nama yang disebut-sebut pernah ditarik dalam kegiatan serupa atau dipertimbangkan untuk acara ini adalah brand yang sedang ramai seperti “Tahu Huwa” dan “Ayam Renal”.

“Itu kan yang viral-viral lah yang dari luar itu kita tarik supaya itu menjadi pembanding antara pengusaha lokal di kita sama pengusaha-pengusaha yang sudah ramai, yang sudah viral,” tambahnya.

Pada tahap awal, Wahyu Nurjamil berencana menyediakan sekitar lima boot, namun jumlah final akan disesuaikan dengan perkembangan komunikasi dan negosiasi dengan calon peserta.

Puncak kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 28 November mendatang. Untuk menarik perhatian publik, acara ini akan menampilkan musisi dan hiburan yang menarik.

“Sampai jumpa tahun ini tanggal 28 November. Ya selebihnya kan band lokal dong, tapi nanti ini kita lagi upaya untuk launching-nya Royal oleh Pak Wali dan Pak Gubernur, itu akan ada band besar lagi yang ada di situ,” ungkap Wahyu.

Yang menarik, acara ini akan menggunakan sebagian badan Jalan Hasanudin di kawasan Royal. Para pedagang yang sudah ada (existing) akan dipindahkan sementara ke area jalan tersebut. Panitia akan memasang fasilitas listrik dan menutup sebagian jalan, namun akses kendaraan tetap diatur agar bisa masuk dari Blok A dan memutar ke arah Polsek.

Kegiatan 28 November ini sekaligus menjadi peresmian kawasan Royal sebagai pusat aktivitas ekonomi kreatif (Ekraf) bulanan.

“Ini kan kita uji coba sebagai potret nanti dalam pelaksanaan event bulanan di kawasan Royal. Berarti ada aktivitas Ekraf nanti,” jelasnya.

Kawasan Royal direncanakan dapat digunakan untuk berbagai event Ekraf, mulai dari peringatan Hari Santri, karnaval, hingga kegiatan olahraga seperti Serang Run.

Terkait penggunaan jalan, panitia telah berkoordinasi dan mendapat dukungan dari Kapolres Serang. “Kita sejauh ini sudah berkomunikasi dengan Kapolres, Kapolres pun mendukung, tinggal nanti pengaturannya kita memohon bantuan dari Kepolisian, Satpol PP, Dishub, dan lain-lain,” terangnya.

Mengenai potensi kemacetan, inisiator memandang positif. “Ya semakin macet kan berarti menunjukkan ada pergerakan-pergerakan yang bagus di Kota Serang. Toh ini cuma semalam doang tanggal 28 November,” jelasnya.

Sementara itu, untuk pesan-pesan akhir tahun di kawasan Royal, direncanakan baru akan berlangsung pada tanggal 20-an Desember ke atas.***