Kamis, 16 April 2026

TPT Perumahan Fulvian Residence Timpa Ponpes Al-Abqary, Pengembang: Siap Tanggungjawab

- Sabtu, 12 April 2025

| 17:26 WIB

Penampakan TPT Perumahan Fulvian Residence timpa dua ruang kelas dan satu ruang multimedia Ponpes Al-Abqary Kota Serang. (Foto: Istimewa)

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Sebanyak tiga ruangan milik Pesantren Ma’had Al-Aqbary di Kelurahan Drangong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Banten, mengalami rusak parah.

Kerusakan tersebut terjadi usai dilanda hujan deras pada Jumat, 11 April 2025 sekitar jam 12:30 WIB, dimana tembok penanah tahan (TPT) Perumahan Fulvian Residence jebol menimpa dua ruang kelas dan satu ruang multimedia pondok pesantren.

Afif Novianto selaku Tenaga Pendidik di pesantren Ma’had Al Abqary Kota Serang meminta pihak perumahan bertanggung jawab akibat jebolnya TPT tersebut.

“Tentunya harus ada tanggung jawab pihak perumahan karena ini sebenarnya jebol yang kedua kali karena awal membangun TPT ini juga pernah longsor,” jelas Afif.

Menanggapi hal tersebut, Pengelolah sekaligus Pengawas Konstruksi Perumahan Fulvian Residence, Ridwan Ridho mengatakan bahwa pihaknya siap 100 persen untuk mengganti kerusakan pasca jebolnya TPT perumahan Fulvian Residence.

“Hari itu juga saya sudah mengerahkan petukang yang bersih-bersih, kami juga siap bertanggung jawab akan mengembalikan seperti semula lagi, kerugian saya akan tanggung jawab 100 persen semuanya,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa segala masukan dari pihak pesantren termasuk drainase yang sering menjadi keluhan para siswa akibat bau yang menggangu para siswa saat belajar akan diperbaiki.

“Nanti drainase akan kami tata ulang sesuai permintaan dari pak kyai, biar sama-sama enak. Mungkin keresahan (bau drainase-red) itu belum sampai ke saya, mungkin keresahan itu hanya sebatas sampai ke keamanan,” tegasnya.

Diketahui bahwa Pesantren Ma’had Al-Aqbary telah berdiri sebelum adanya pembangunan perumahan Fulvian Residence di wilayah tersebut.

Ridwan juga menegaskan bahwa pembangunan Perumahan Fulvian Residence sudah berjalan sesuai dengan Analisis Dampak Lingkungan atau Andal.

“Kalo standarnya kami sudah ikuti standar proyek, karena kemarin hujan dan jebol, Amdal sudah dikaji, saat kita kerjasama dengan perbankan mereka minta Amdal sudah kita lakukan semua,” katanya.

“Ini artinya musibah ya, total taksiran kerugian saya belum dapat berapanya, kami fokus pembersihan batu yang masuk ke sekolah,” tutupnya.***