Jumat, 1 Mei 2026

Wamenag RI Dorong Jihad Investasi dan Konsolidasi Kelembagaan Pesantren

- Kamis, 5 Maret 2026

| 16:48 WIB

TANGERANG, BANTENPRO.CO.ID – Wakil Menteri Agama RI, Romo R. Syafi’i, mendorong para kiai pimpinan pesantren untuk melakukan jihad investasi dan memperkuat konsolidasi kelembagaan dalam saresehan yang digelar Forum Silaturrahim Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Banten di Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Selasa (4/3/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari RAKER III FSPP tersebut membahas penguatan peran pesantren dalam ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi umat.

Dalam arahannya, Wamenag menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan pilar ketahanan bangsa. Pesantren didorong mengambil peran strategis dalam sektor pertanian, peternakan, dan perikanan berbasis komunitas.

Menurutnya, kemandirian pangan akan berdampak langsung pada stabilitas sosial sekaligus menjadi benteng terhadap ancaman narkoba dan penyimpangan moral akibat kemiskinan dan pengangguran. Pesantren, tegasnya, harus tampil sebagai pusat tafaqquh fiddin sekaligus pusat pemberdayaan ekonomi.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan ekosistem ekonomi syariah melalui koperasi pesantren dan akses pembiayaan berbasis syariah.

Santri dan alumni didorong menjadi entrepreneur serta pencipta lapangan kerja melalui program inkubasi bisnis dan pendampingan usaha. “Spirit perjuangan santri hari ini harus diterjemahkan dalam kerja produktif dan inovasi ekonomi,” ujarnya.

Secara khusus, Wamenag mengajak para kiai melakukan jihad investasi dengan membangun unit usaha produktif yang berkelanjutan. Investasi ekonomi, menurutnya, merupakan bagian dari jihad kebangsaan untuk menjaga martabat umat. Di sisi lain, konsolidasi kelembagaan menjadi fondasi agar gerakan ekonomi pesantren terarah, profesional, dan memiliki roadmap yang jelas. Dengan potensi lebih dari 43 ribu pesantren di Indonesia, kekuatan ekonomi umat dinilai sangat besar bila dikelola secara sistematis dan kolaboratif.

Menanggapi arahan tersebut, Dr. KH. Ikhwan Hadiyyin, selaku Ketua Dewan Pertimbangan FSPP Provinsi Banten, mengapresiasi penuh pesan dan dorongan Wamenag. Ia menyatakan bahwa arahan tersebut akan segera ditindaklanjuti menjadi program prioritas organisasi. Menurutnya, momentum RAKER III menjadi titik konsolidasi untuk memperkuat pesantren Banten sebagai pusat pendidikan sekaligus pusat kemandirian ekonomi umat.

Saresehan itu diharapkan melahirkan rekomendasi konkret yang mampu mempercepat transformasi pesantren. Sinergi antara pemerintah dan pesantren dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan kedaulatan ekonomi berbasis nilai dan tradisi keilmuan Islam.***