Selasa, 28 April 2026

Warga Meminta Pemerintah Turun Tangan Usai Harga Bahan Pokok di Pasar Terus Meningkat

- Sabtu, 14 Desember 2024

| 13:48 WIB

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Harga bahan pokok di sejumlah pasar daerah Kabupaten Serang, terpantau terus mengalami kenaikan, beberapa warga pun mengeluh akibat kenaikan harga tersebut.

Sumuati warga Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, Banten, mengaku cukup terbebani akibat adanya kenaikan harga bahan pokok di pasar.

“Kami merasa terbebani dengan harga bahan pokok yang saya beli di pasar Pamarayan tambah mahal,” ujar Sumiyati Setelah diwawancarai Wartawan, Sabtu (14/12/2024).

Lebih lanjut, biasanya untuk harga cabai rawit hijau semula Rp25.000 per kilogram menjadi Rp30.000 per kilogram, cabai rawit merah, semula Rp.30.000 per kilogram menjadi Rp35.000, cabai merah besar semula Rp 25.000 per kilogram menjadi Rp28.000, cabai keriting semula Rp25.000 per kilogram menjadi Rp30.000, dan harga telur ayam broiler semula Rp26.000 per kilogram menjadi Rp33.000.

“kami sangat khawatir dengan kenaikan harga ini bisa berlanjut hingga momen pergantian tahun,” ujar Sumiyati.

Dalam hal tersebut, Sumiyati meminta pemerintah untuk turun tangan guna mengendalikan harga di pasar.

“Harapanya sih pemerintah bisa jaga fluktuasi harga buat masyarakat apalagi menjelang akhir tahun. Kalau bisa pemerintah intervensi ke pasar deh supaya harga-harga bahan pokok bisa stabil dan tidak memberatkan masyarakat,” keluhnya.

Sementara itu, Warga Kecamatan Cikeusal Kabupaten Serang, Banten. Siti Mabruroh menyampaikan, harga bahan pokok yang saat ini naik dipasar Cikeusal, sangat berdampak pada perekonomian masyarakat.

Semua harga bahan pokok yang ada di pasar Cikeusal, naik sekitaran 1 Minggu yang lalu samapi saat ini juga.

“Pemerintah harusnya tau kondisi perekonomian masyarakatnya gimana, tidak semua masyarakat mampu membeli bahan-bahan yang harganya naik seperti sayuran dan lain-lain,” tegasnya.

“Kami berharap pemerintah bisa mengstabilkan lagi harga-harga bahan pokok, sehingga masyarakat tidak kesusahan,” tungkasnya.***