Senin, 19 Januari 2026

Warga Padarincang Meradang Gegara Postingan Akun Medsos Info Serang

- Jumat, 17 Oktober 2025

| 17:06 WIB

Foto: Tangkap layar akun medsos instagram @infoserang.

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Masyarakat Padarincang, Kabupaten Serang, meradang gegara unggahan akun media sosial (Medsos) Info Serang yang dinilai merusak citra kegiatan budaya tahunan festival Sangga Nagara. Warga keberatan karena tarian panen tersebut diframing seolah-olah Bupati Serang bersama warga setempat menari di tengah isu penderitaan masyarakat di daerah lain.

Seorang perwakilan pemuda Padarincang, Doel Rafly, mengungkapkan kekecewaan mendalam atas framing yang dilakukan oleh akun Medsos Info Serang. Judul unggahan akun tersebut berupa “Bupati Serang Diminta Panitia Menari Pada Peringatan Hari Pangan, Di Hari Yang Sama Saat Masyarakat Berdemo Truk Tambang”.

Menurutnya, unggahan itu sengaja menyatukan video tarian “Sangga Nagara” dengan isu demo truk odol dengan narasi bahwa Bupati bergembira di atas penderitaan rakyat.

“Kami keberatan. Kegiatan budaya petani kami setiap tahun, Sangganagara, diframing seolah tarian penderitaan masyarakat di daerah lain, hanya karena bupatinya hadir di tempat acara kami,” ujar Doel Rafly, jum’at (17/10/2025).

Doel Rafly menegaskan, kehadiran Bupati di Padarincang adalah atas undangan dan permintaan masyarakat setempat untuk ikut merayakan hasil panen di hari yang berbeda dengan aksi demonstrasi warga di Kramatwatu. Tarian yang ditampilkan adalah tarian sukacita petani, bukan sekadar ‘joget’ biasa.

“Kami tidak terima, gambar kegiatan kami diframing dengan masalah lain di daerah lain, sehingga merusak citra kegiatan budaya yang kami gelar setiap tahun. Itu bukan joget, itu tarian petani di Padarincang. Kalian lihat di belakangnya ribuan ibu-ibu dan bapak-bapak bawa hasil bumi,” tegasnya.

Warga merasa kerja keras mereka diremehkan. Acara Sangganagara diselenggarakan secara swadaya melalui iuran dan patungan setiap petani. Persiapan fisik bahkan memakan waktu hingga satu minggu.

“Kami iuran, tiap petani patungan untuk acara ini. Kami enggak tidur seminggu untuk nyiapin ini, anak-anak sampai nenek-nenek latihan nari. Kami bergembira saat acaranya tiba. Eh, tiba-tiba kalian framing seenaknya, kerja keras kami seolah hal buruk dalam satu uploadan,” keluh Doel Rafly.

Warga Padarincang menuntut pertemuan langsung dengan admin Info Serang. Mereka mengaku telah mencoba menghubungi via chat dan telepon, namun tidak mendapat respons.

“Video itu disatukan dengan demo, seolah-olah bupati menari di atas penderitaan rakyat. Itu beda makna, beda lokasi. Ini harus selesai dengan baik. Kalo tidak klarifikasi, kami akan somasi Info Serang terkait,” tutup Doel Rafly.

Untuk diketahui, Festival Sangga Nagara yang dirangkaikan dengan Peringatan Hari Pangan Sedunia atau HPS digelar Forum Komunikasi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kecamatan Padarincang, Kabupaten berlangsung pada Selasa-Kamis, 14-16 Oktober 2025. Acara tersebut turut dihadiri Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah pada Rabu, 15 April 2025.

Sementara, aksi demontrasi truk tambang oleh ratusan warga Kramatwatu, Kabupaten Serang di Alun-alun Kramatwatu digelar pada Kamis (16/10/2025) setelah memblokade lampu merah Jalan Lingkar Selatan atau JLS Cilegon.***