TANGERANG, BANTENPRO.CO.ID – Warga Perumahan Pondok Daru Permai, Desa Daru, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, mengusulkan perbaikan jalan lingkungan saat kegiatan reses masa persidangan kedua tahun sidang 2025–2026 Anggota DPRD Banten H. Agus Supriyatna, Rabu (4/2/2026).
Kegiatan yang digelar di Blok D9 Nomor 10, RT 25 RW 005 itu dihadiri ratusan warga. Hadir pula Ketua RW 05 Daryono, Ketua PAC Gerindra Kecamatan Jambe Beni, serta perwakilan DPC Gerindra Kabupaten Tangerang, Usup.
Kepala Dusun Perumahan Pondok Daru Permai Ahmad Yani mengatakan, kondisi jalan di lingkungan tersebut masih belum memadai. Salah satu kendalanya karena fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos dan fasum) belum diserahkan pengembang kepada pemerintah daerah.
“Biasanya dinas dan desa belum bisa membangun karena statusnya belum diserahkan. Karena itu warga berharap bantuan dari dewan. Alhamdulillah, sekitar 30 persen sudah dibantu dewan Gerindra, baik dari provinsi maupun kabupaten. Kami berharap bisa dilanjutkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, wilayah RW 05 tidak hanya mencakup warga perumahan, tetapi juga satu RT di Kampung Lebak Panas dan empat RT di dalam kompleks. Perbaikan jalan dinilai mendesak untuk menunjang aktivitas dan mobilitas warga.
Menanggapi hal tersebut, Agus Supriyatna mengakui persoalan fasos dan fasum yang belum diserahkan menjadi kendala klasik di banyak perumahan.
“Jika pengembang belum menyerahkan ke pemda, biasanya desa juga terhambat secara administrasi untuk mengusulkan lewat musrenbang. Namun bukan berarti tidak bisa dibangun. Kita tetap upayakan melalui jalur aspirasi dan sinergi dengan kabupaten,” katanya.
Ia menyebut, sebelumnya telah ada realisasi pembangunan jalan lingkungan dan paving block di kawasan tersebut melalui aspirasi dewan. Namun, keterbatasan anggaran membuat pembangunan dilakukan secara bertahap.
“Daerah pemilihan saya mencakup 14 kecamatan dan 121 desa, sehingga anggaran provinsi harus dibagi. Karena itu pembangunan dilakukan berdasarkan skala prioritas dan bertahap,” ujarnya.
Dalam reses itu, Agus juga memaparkan sejumlah program Pemerintah Provinsi Banten di bawah kepemimpinan Gubernur Andra Soni, salah satunya program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) atau Jalan Poros Desa yang dibiayai APBD Provinsi Banten.
“Program Jalan Poros Desa bertujuan membuka akses antarwilayah desa. Pada 2025 juga ada pembangunan di Kabupaten Tangerang. Mekanismenya tetap melalui usulan musrenbang desa agar dapat masuk dalam program provinsi,” jelasnya.
Selain itu, Pemprov Banten juga menjalankan program sekolah swasta gratis yang telah berjalan pada 2025 dan direncanakan diperluas ke Madrasah Aliyah pada 2026.
“Gubernur ingin sekolah berbasis keagamaan mendapatkan perlakuan yang sama seperti sekolah umum, sehingga akses pendidikan semakin merata,” kata Agus.
Ia juga menyinggung pembangunan jalan provinsi yang menghubungkan antarwilayah, termasuk sejumlah ruas di Kabupaten Tangerang yang telah dan akan dibangun pada 2025.
Tak hanya program provinsi, Agus turut menyosialisasikan program pemerintah pusat, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.
“Program ini langsung menyentuh anak-anak sekolah. Namanya juga program baru, tentu ada kekurangan. Namun hal itu terus dievaluasi dan diperbaiki,” ujarnya.
Menurut dia, di era digital masyarakat perlu bijak menyaring informasi, termasuk terkait program pemerintah.
“Informasi kini cepat sekali menyebar dan bisa saja dimanipulasi. Karena itu masyarakat harus mampu memfilter mana yang benar dan mana yang hoaks,” katanya.
Ia menegaskan, sebagai anggota DPRD dirinya berkewajiban turun langsung menyerap aspirasi masyarakat, tidak hanya pada momentum politik.
“Reses ini bagian dari tanggung jawab kami untuk menyampaikan program pemerintah sekaligus mendengar langsung kebutuhan masyarakat,” ucapnya.
Kegiatan tersebut menjadi awal rangkaian reses Agus Supriyatna pada masa persidangan kedua tahun sidang 2025–2026.***














