SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Website resmi Pemerintah Kota (Pemkot) Serang yang dikelola Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Serang, Serangkota.go.id, mengalami crash atau berhenti beroperasi. Akibat insiden ini, sejumlah data berupa foto, artikel, hingga arsip penting milik Pemkot Serang hilang dari platform tersebut.
Kepala Diskominfo Kota Serang Asep Setiawan membenarkan hal tersebut saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Selasa (17/3/2026). Menurutnya, insiden crash ini sedang ditelusuri lebih lanjut kondisi server dan perangkat pendukungnya.
“Itu kemarin ada crash atau istilah teknis sistem, lagi dilaksanakan pengecekan kondisi server dan perangkat lainnya,” ujar Asep.
Asep juga memastikan bahwa sejumlah data dan arsip Pemkot Serang memang hilang dan saat ini sedang dalam proses pemulihan. “Kita juga melakukan upaya lain, teman-teman jaringan lagi menelusuri dan secara teknis melakukan perbaikan,” tambahnya.
Hingga saat ini, pihaknya belum bisa menjamin keamanan data karena penyebab utama terjadinya crash masih dalam penelusuran mendalam. “Lagi masih terus recovery. Menjamin aman (data) kita belum bisa bicara, cuma memang masih dalam penelusuran apa yang udah bisa didapat dan diperbaiki secara teknis,” jelasnya.
Pihak Diskominfo juga belum mengetahui pasti awal mula terjadinya crash karena sebelumnya website dalam kondisi baik dan berjalan normal. “Bukan (perbaikan) belum kesitu, penyebabnya belum ditemukan cuma ada crash aja. Kenapa-kenapanya belum diketahui secara detail, mereka sekarang cari solusi dan pemulihan,” pungkas Asep.
Tak hanya website Serangkota.go.id, data informasi publik di website Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kota Serang juga ikut hilang akibat kerusakan sistem yang terjadi.
Asep membeberkan bahwa seluruh website yang berada di bawah naungan Diskominfo Kota Serang mengalami kerusakan sistem atau server. “Jadi yang terkena ada kerusakan virtual mesin atau virtual server. Sekarang sedang dalam rangka pengecekan data apa yang terkena dan yang terselamatkan,” katanya.
Saat ini, pihaknya masih fokus pada tahapan pemulihan sistem. “Sambil juga untuk pemulihan, tahapannya pemulihan dulu sambil nanti recovery data,” lanjutnya.
Meskipun demikian, Asep mengaku masih mencari penyebab utamanya karena sejauh ini kerusakan teridentifikasi pada sistem virtual. “Kalau sementara penyebab itu baru dari kerusakan virtual karena menggunakan sistem virtual mesin. Cuma sekarang masih dalam proses pemulihan kitanya,” jelasnya.
Terkait data informasi publik yang hilang, Asep menyatakan bahwa pihaknya mendahulukan pemulihan sistem agar layanan dapat kembali beroperasi, sebelum kemudian memulihkan data secara bertahap. “Cuma kita mendahulukan pemulihan dulu karena layanan untuk digunakan, sambil bertahap ke data nanti,” pungkasnya.***














