SERANG, BANTENPRO.CO.ID — Sebanyak 1.900 warga di Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten, hingga kini masih belum memiliki jamban.
Jumlah tersebut tersisa setelah sekitar 200 unit jamban berhasil dibangun melalui kolaborasi Pemerintah Kota (Pemkot) Serang dan Dompet Dhuafa dari total kebutuhan sekitar 2.150 jamban.
Camat Kasemen, Sugiri, mengatakan masih banyaknya warga yang belum memiliki jamban menjadi pekerjaan rumah pemerintah kecamatan dalam mewujudkan lingkungan bebas buang air besar sembarangan (BABS) melalui program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).
“Total yang tidak mempunyai jamban sekitar 2.150. Yang sudah terselesaikan kurang lebih 200, jadi masih ada sekitar 1.900 lagi yang belum memiliki jamban,” katanya saat dihubungi, Senin (20/7/2026).
Ia menyampaikan Kelurahan Terumbu menjadi wilayah dengan jumlah warga yang belum memiliki jamban terbanyak.
Berdasarkan pendataan, sedikitnya 550 warga di kelurahan tersebut masih membutuhkan fasilitas sanitasi yang layak.
“Yang paling banyak itu Terumbu, ada sekitar 550 warga yang belum mempunyai jamban,” ujar Sugiri.
Untuk mempercepat pencapaian program STBM, pihaknya menargetkan Kelurahan Warung Jaud dan Masjid Priyayi menjadi wilayah pertama yang mendeklarasikan stop BABS sebelum program diperluas ke delapan kelurahan lainnya.
Namun, upaya tersebut masih terkendala keterbatasan mitra pendukung.
Dompet Dhuafa saat ini belum memiliki dukungan untuk melanjutkan pembangunan jamban di delapan kelurahan yang tersisa sehingga pemerintah kecamatan masih mencari kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Kami masih mencari mitra agar pembangunan jamban bisa berlanjut di delapan kelurahan lainnya. Harapannya seluruh wilayah di Kecamatan Kasemen bisa segera bebas dari praktik BABS,” jelasnya.***













