BANTENPRO.CO.ID – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI), Provinsi Banten menyebutkan, penegakkan hukum dapat menjadi faktor lain untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Kepala KPw BI Provinsi Banten Ameriza Ma’aruf Moesa menuturkan, faktor penegakkan hukum itu berupa pemberantasan uang palsu, korupsi, judi online serta hal-hal lainnya yang berhubungan dengan keuangan.
Hal itu ia ungkapkan usai menjawab pertanyaan mengenai beda prediksi pertumbuhan ekonomi IMF di angka 5,1 dan Presiden Prabowo pada angka 8 persen.
Ia bilang, yang terkadang luput dari variabel ekonomi ialah variabel reformasi penegakkan hukum. Presiden Prabowo belum 100 hari di masa pemerintahannya sudah mulai bersih-bersih menegakkan hukum.
“Meskipun variabel ini tidak masuk dalam hitungan IMF namun pengaruh dari pemberantasan korupsi dan judi online akan sangat berpengaruh terhadap perekonomian, tercatat kan transaksi judol saja mencapai Rp280 triliun,” kata Ameriza dalam agenda Taklimat Media, di Kota Serang, Kamis 7 November 2024.
Sedangkan untuk proyeksi pertumbuhan ekonomi di Banten pada tahun 2025, ia bilang Banten berada di kisaran angka 4,8 persen sampai 5,6 persen. Selisih tipis dibandingkan dengan proyeksi di tahun 2024 sebesar 4,7 persen sampai 5,5 persen.
Ia melanjutkan, pada triwulan III tahun 2024 ekonomi Banten tumbuh 4,93 persen menunjukan tren positif dibandingkan perekonomian nasional yang justru mengalami penurunan dampak ketidak pastian global.
“Terutama ditopang oleh pertumbuhan positif lapangan usaha utama Banten, perbaikan pertumbuhan pada Konstruksi, transportasi dan pergudangan serta real estate mendorong ekonomi Banten menguat dari triwulan sebelumnya,” ujarnya.
Ameriza lalu menyoroti sektor konstruksi di Banten yang tumbuh secara signifikan, bahkan melampaui kinerja sektor tersebut dibandingkan dengan provinsi lainnya.
“Dimana wilayah lain hanya tumbuh di kisaran 6 persen sementara Banten tumbuh sampai 10,90 persen,” jelasnya.
Lalu untuk backlog, ia menilai langkah agresif pemerintah membangun tiga juta rumah berhasil menekan backlog perumahan serta akan mendorong peningkatan pada sektor real estate.
“Dengan pembangunan Pulau Indah Kapuk (PIK) di Tangerang Utara menjadi pendorong ekonomi dengan adanya kawasan pariwisata, hunian, CBD, Jetty dan Marina, International Circuit, Golf Course dan fasilitas komersial dengan nilai investasi Rp65 triliun,” tutup Ameriza.














