Sabtu, 2 Mei 2026

Kematian Massal Ikan di Situ Cangkring: Warga Minta Wali Kota Bertindak

- Jumat, 15 Agustus 2025

| 14:39 WIB

TANGERANG, BANTENPRO.CO.ID – Situ Cangkring di Kelurahan Priuk Jaya, Kota Tangerang, berubah menjadi kuburan massal bagi ribuan ikan. Peristiwa yang diduga akibat pencemaran limbah industri ini telah berlangsung selama hampir dua pekan tanpa ada respons dari pemerintah kota. Warga setempat menyayangkan sikap Wali Kota dan jajaran yang dinilai membiarkan masalah ini terus berulang.

Naji Hardianto, warga sekaligus pengurus keamanan lingkungan, mengungkapkan bahwa ribuan ikan mati mengambang dan membusuk di permukaan air.

“Sudah dua minggu ikan mati, jumlahnya sudah tidak terhitung. Saya sudah kirim video ke banyak pihak, bahkan ke Wali Kota, tapi tidak ada tanggapan. Jelas ini pembiaran,” kata Naji pada Kamis, 14 Agustus 2025.

Naji meyakini pencemaran berasal dari limbah pabrik di sekitar situ, termasuk pabrik paralon, sandal, spons, hingga pabrik kioda. Air situ yang semula jernih kini berubah warna menjadi hijau pekat. Naji mengaku telah berulang kali meminta Lurah untuk menegur pabrik-pabrik tersebut agar membuat kolam penampungan limbah, namun permintaannya tidak pernah ditanggapi.

Lurah setempat telah mengimbau warga untuk tidak mengonsumsi ikan dari Situ Cangkring karena diduga mengandung merkuri. Namun, menurut Naji, imbauan itu tidak cukup.

“Kami saja tidak tahu merkuri itu apa, tapi jelas berbahaya. Apalagi ikannya dibiarkan membusuk begitu saja,” ujarnya.

Peristiwa serupa pernah terjadi pada 2022, di mana Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang langsung bertindak. Naji berharap Wali Kota dapat mengambil langkah serupa, tidak hanya diam.

“Wali Kota itu orang nomor satu di Tangerang, masa mau lihat situ rusak, ikan mati, dan warga resah tanpa turun langsung? Jangan cuma datang pas mau pemilu saja!,” desaknya.***