Jumat, 1 Mei 2026

Menjelang Penertiban, Pedagang Royal dan Pemkot Serang Gelar Rapat

- Kamis, 18 September 2025

| 09:00 WIB

Pemkot Serang melakukan rapat bersama Pedagang Royal untuk rencana penertiban Kawasan Royal di Pemkot Serang, Rabu 17 September 2025. (FOTO: MAHYADI/BANTENPRO.CO.ID)

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mengadakan pertemuan dengan para pedagang di Jalan Sultan Ageng Tirtayasa atau yang dikenal dengan Pedagang Royal, Rabu (17/9/2025), untuk membahas rencana penertiban dan penataan kawasan tersebut. Rapat ini merupakan bagian dari sosialisasi kedua yang dilakukan Pemkot Serang.

Seorang perwakilan Pedagang Royal, Dedi, menyambut baik rencana ini. Ia menilai rencana kali ini memiliki perencanaan yang lebih matang dan harus segera ditindaklanjuti. Dedi juga memberikan masukan agar Pemkot Serang lebih tegas terhadap pedagang musiman.

“Para Pedagang Royal sepakat Pasar Royal diperbaiki dan ditata lagi,” ujarnya.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperindagkop UKM) Kota Serang, Wahyu Nurjamil, mengatakan bahwa rapat ini bertujuan untuk memastikan pembangunan kawasan Pasar Royal menjadi kawasan ekonomi dan tematik dapat didukung oleh para pedagang.

Wahyu, yang juga Ketua Satgas Percepatan Pembangunan dan Investasi Kota Serang, menambahkan bahwa para pedagang pada dasarnya mendukung rencana tersebut, namun masih mencari solusi terkait masalah parkir.

Menurut Wahyu, beberapa lokasi telah dipetakan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Serang sebagai area parkir, di antaranya Taman Sari, Jalan Juhdi, Pasar Lama, Gedung Merdeka, dan Roberta. Untuk Gedung Roberta, pihaknya bahkan sudah menghubungi pemilik gedung sejak tiga minggu lalu agar bangunan kosong tersebut dapat dijadikan lahan parkir.

Proses pembangunan sendiri sudah dimulai dengan tahapan Mutual Check Awal (MC-0). Wahyu menyebutkan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang saat ini sedang mengundang pihak PLN dan penyedia layanan internet untuk menata ulang kabel listrik dan internet agar dapat ditanam di bawah tanah.***