Sabtu, 18 April 2026

Gapoktan Padarincang Kecewa Berat Ke Info Serang: ‘STOP Giring Opini Negatif soal Festival Sangandagara!’

- Rabu, 22 Oktober 2025

| 15:02 WIB

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Forum Komunikasi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, menyatakan kekecewaan mendalam terhadap pemberitaan yang diunggah oleh akun media sosial Instagram Info Serang.

Mereka menilai unggahan tersebut telah menggiring opini negatif dan merusak citra kegiatan Festival Sangandagara yang bertujuan mulia.

Kekecewaan ini disampaikan langsung oleh Haris Munandar, Ketua Panitia Festival Sangandagara sekaligus Ketua Forum Gapoktan Kecamatan Padarincang.

Menurutnya, pemberitaan Info Serang sangat mengganggu pihaknya, Gapoktan, dan seluruh petani di Padarincang.

“Terus terang kami merasa kecewa atas apa yang diberitakan oleh Info Serang di media sosial, karena itu sangat mengganggu kami, Gapoktan, dan para petani yang ada di Kecamatan Padarincang,” ujar Haris Munandar, kepada awak media, Rabu (22/10/2025).

Haris menjelaskan bahwa Festival Sangandagara diadakan dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia. Tujuan utama kegiatan ini sangat jelas, yakni mencari cara agar potensi pangan di Padarincang dapat mendukung program pemerintah terkait swasembada pangan.

Namun, alih-alih menampilkan tujuan positif tersebut, Haris menuding Info Serang justru melakukan praktik penggiringan opini yang merugikan.

“Sementara itu, di Info Serang seperti ada penggiringan opini terhadap kegiatan kami dengan menyandingkannya dengan video lain yang waktunya berbeda, temanya berbeda, dan semuanya juga berbeda,” tegas Haris.

Ia mempertanyakan etika jurnalistik yang dilakukan oleh akun media sosial tersebut karena tidak ada upaya klarifikasi sebelum konten diunggah. “Mengapa Info Serang harus melakukan hal seperti itu tanpa klarifikasi terlebih dahulu kepada kami,” imbuhnya.

Permasalahan semakin meruncing ketika unggahan tersebut memicu komentar negatif warganet, termasuk tudingan serius terhadap Bupati Kabupaten Serang. Salah satu komentar menyebut bahwa Ibu Bupati ‘menari di atas penderitaan rakyat’.

Haris Munandar dengan keras membantah tudingan tersebut dan memberikan klarifikasi.”Itu sama sekali tidak benar, karena Ibu Bupati pada saat itu mengikuti tarian kolosal Beas Mawur, yang merupakan tarian dari lagu Padarincang Jaya,” jelas Haris.

Ia menambahkan, lagu Padarincang Jaya memiliki makna yang sangat sakral bagi warga setempat. “Lagu Padarincang Jaya itu sangat sakral, karena di dalamnya berisi doa-doa dari kami, warga Padarincang seluruhnya,” tegasnya.

Oleh karena itu, Gapoktan Padarincang secara resmi memohon kepada pihak Info Serang untuk bertanggung jawab. “Untuk itu, kami mohon kepada media Info Serang untuk dapat mengklarifikasi apa yang sudah diunggah,” tutup Haris Munandar.***