SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Serang tengah melakukan langkah strategis untuk mengoptimalkan aset daerah. Salah satu fokus utamanya adalah pengembangan Balai Benih Ikan (BBI) yang berlokasi di Bendung, Kecamatan Kasemen.
Kepala DKP3 Kota Serang, Sony August mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini sedang berupaya melakukan pembenahan infrastruktur di lokasi tersebut. Menurutnya, aset milik Pemerintah Kota (Pemkot) Serang tersebut selama ini belum teroptimalkan secara maksimal.
“Aset Pemkot itu belum teroptimalkan, makanya tahun ini kita mulai berbenah. Kemarin-kemarin saya selalu meminta anggaran untuk pembangunan balai benih ikan ini,” ujar Sony saat memberikan keterangan, Kamis (16/4/2026).
Sony menjelaskan, pada tahun anggaran berjalan, pihaknya mendapatkan alokasi dana sekitar Rp300 juta, di mana Rp200 juta di antaranya dialokasikan langsung untuk kebutuhan bantuan benih bagi masyarakat.
Namun, ia menargetkan pola penganggaran tersebut akan berubah pada tahun depan. Sony berambisi agar DKP3 tidak lagi terus-menerus mengajukan anggaran pengadaan, melainkan mampu memproduksi benih ikan secara mandiri melalui BBI di Kasemen.
“Mudah-mudahan tahun depan kita stop mengajukan anggaran untuk beli benih, tapi kita sudah bisa memproduksi sendiri di Balai Benih Ikan itu,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberadaan BBI ini memiliki fungsi ganda. Selain untuk memenuhi kebutuhan para pembudidaya ikan di Kota Serang, hasil produksi benih yang berlebih nantinya akan dikomersialkan sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Nanti saya koordinasi dengan Bapenda bahwa tahun ini kita bangun. Tahun depan, setelah kebutuhan perikanan budidaya terpenuhi, kita bisa mendapatkan pendapatan dari menjual hasil benihnya,” tambah Sony.
Langkah ini juga diklaim sejalan dengan program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah pusat. Sony optimis, keberadaan BBI yang representatif akan memperkuat ekosistem perikanan lokal sekaligus memberikan kontribusi finansial bagi kas daerah.
“Insyaallah sejalan dengan program ketahanan pangan presiden. Untuk masyarakat tetap ada (bantuan), tapi untuk pemasukan PAD juga kita siapkan,” pungkasnya.***














