Senin, 18 Mei 2026

Diduga Terlilit Utang, Pria di Kibin Serang Ditemukan Tewas Tergantung di Kamar Mandi

- Senin, 18 Mei 2026

| 19:26 WIB

Kepolisian dari polres serang melakukan evakuasi jasad Muhammad usai melakukan aksi gantung diri di kediaman yang pada, Senin 18 Mei 2026 (foto: dok humas polres serang)

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Warga Kampung Kedaleman, Desa Ketos, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang dikejutkan oleh peristiwa menyedihkan. Seorang pria berinisial Muhammad (35), warga setempat, ditemukan meninggal dunia dalam posisi tergantung di kamar mandi rumahnya pada Senin (18/5/2026). Korban diduga mengakhiri hidupnya lantaran tertekan masalah utang yang menumpuk.

Kapolsek Cikande, AKP Fredo Leonard Sirait, membenarkan kejadian tersebut. Mendapat laporan dari warga, pihaknya langsung bergerak cepat ke lokasi didampingi tim Inafis Satreskrim Polres Serang guna melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pengumpulan keterangan.

“Segera setelah ada laporan, anggota kami langsung turun ke lokasi untuk mengamankan TKP dan meminta keterangan saksi-saksi. Peristiwa ini benar terjadi,” ujar AKP Fredo saat dikonfirmasi.

Tubuh kaku korban pertama kali ditemukan oleh Amanullah (20), yang merupakan adik ipar korban. Saat itu, sekitar pukul 09.00 WIB, Amanullah hendak menggunakan kamar mandi. Saat pintu dibuka, ia terkejut luar biasa melihat kakak iparnya sudah tergantung lemas dengan leher terikat tali tambang plastik yang dikaitkan ke rangka kayu langit-langit kamar mandi.

Saksi langsung memanggil keluarga dan warga sekitar, kemudian melaporkannya ke pihak berwajib.

Menurut keterangan keluarga, sebelumnya tidak terlihat gelagat aneh dari Muhammad. Bahkan pada pagi harinya, sekitar pukul 07.00 WIB, korban masih terlihat ceria dan asyik bermain dengan anak balitanya. Saat kejadian, istri korban diketahui sedang berada di luar rumah untuk mengurus pembuatan KTP di Kantor Disdukcapil Kabupaten Serang.

Hasil pemeriksaan di lokasi dan pengecekan tim Inafis, tidak ditemukan bekas luka atau tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi memastikan kematian murni akibat tindakan yang dilakukan sendiri.

Meski demikian, penyelidikan masih digali lebih dalam untuk memastikan motif utama. Namun dari keterangan keluarga dan orang terdekat, beban utang menjadi dugaan kuat penyebab tindakan nekat tersebut.

“Motif pasti masih kami dalami. Namun berdasarkan keterangan sementara, korban diduga tertekan dan depresi akibat masalah utang yang dihadapi,” ungkap Fredo.

Untuk keperluan visum et requirendum dan proses penyelidikan lebih lanjut, jasad korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Banten, Kota Serang.***