Senin, 11 Mei 2026

Flyover Frontage Unyur Dibangun Melintasi Rel Kereta, Dibiayai APBD Banten Rp23 Miliar

- Senin, 11 Mei 2026

| 13:52 WIB

Pj Walikota Serang Survey Lokasi Kesiapan Pembangunan Flyover Unyur

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang merinci konsep pembangunan flyover frontage Unyur yang kini mulai direalisasikan. Struktur penyeberangan ini dirancang membentang sepanjang 400 meter dengan lebar lintasan 5 meter, melintasi jalur rel kereta api yang menjadi salah satu titik penyempit lalu lintas di wilayah tersebut.

Kepala DPUPR Kota Serang, Iwan Sunardi, menjelaskan bahwa bagian turunan atau kaki flyover memiliki panjang sekitar 60 meter. Secara rute, struktur ini menghubungkan Jalan Kaligandu hingga menuju kawasan Terowongan Kidemang.

“Desainnya dari Jalan Kaligandu nyebrang rel kereta sampai ke arah Terowongan Kidemang, dengan bagian kakinya kurang lebih 60 meteran,” ujar Iwan, Senin (11/5/2026).

Ia menceritakan, proyek ini sempat terhenti selama bertahun-tahun karena terkendala dua hal utama, yaitu proses perizinan dan efisiensi anggaran. Selama menjabat selama lima tahun terakhir, rencana pembangunan ini belum pernah terealisasi. Namun, pada tahun 2026 ini akhirnya bisa diwujudkan berkat dukungan pendanaan dari pemerintah provinsi.

“Selama saya di PU 5 tahun memang tidak terealisasi. Alhamdulillah tahun ini baru bisa jalan. Dulu terbentur masalah izin, dan setelah izin keluar, terkendala lagi soal anggaran. Sekarang ada bantuan pendanaan dari Pemprov Banten,” jelasnya.

Pembangunan sepenuhnya dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten dengan total nilai mencapai Rp23 miliar.

Untuk target waktu penyelesaian, proyek ini direncanakan rampung dalam kurun waktu enam bulan, meskipun masih memungkinkan perpanjangan menjadi delapan bulan tergantung hasil kajian teknis dari pihak provinsi.

“Rencananya 6 bulan selesai. Tapi masih bisa dikaji ulang, apakah tetap 6 bulan atau jadi 8 bulan, itu tergantung pertimbangan dari provinsi,” tambahnya.

Sebagai dampak dari dimulainya proyek ini, akses jalan di kawasan frontage Unyur resmi ditutup sejak Minggu, 10 Mei 2026. Pihak berwenang meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan menghimbau pengguna jalan untuk mencari jalur alternatif guna menuju tempat kerja, sekolah, maupun lokasi tujuan lainnya.***