Sabtu, 7 Februari 2026

Gercep! Tagana Cilegon Dirikan Dapur Umum, Srikandi Masak Ribuan Bungkus untuk Korban Banjir

- Jumat, 16 Januari 2026

| 13:33 WIB

CILEGON, BANTENPRO.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon bergerak cepat menangani dampak banjir yang merendam wilayah Kecamatan Cibeber. Melalui Forum Koordinasi Taruna Siaga Bencana (FK Tagana) bersama Kelompok Siaga Bencana (KSB) dan relawan lokal, dapur umum lapangan langsung didirikan di Kelurahan Kedaleman, Rabu (14/1/2026).

Langkah ini diambil untuk memastikan kebutuhan logistik dan asupan gizi warga terdampak banjir tetap terpenuhi selama masa darurat.

Ketua FK Tagana Kota Cilegon, Ade Mufrodi, menjelaskan bahwa dapur umum ini menjadi pusat penyediaan makanan siap saji yang layak bagi warga.

“Tentu menunya kami buat beragam. Tujuannya agar asupan gizi dan energi warga yang terdampak banjir tetap terjaga,” ujar Ade kepada wartawan.

Dalam operasional dapur umum kali ini, sosok relawan perempuan yang tergabung dalam Srikandi Tagana menjadi tulang punggung. Mereka memegang peran krusial, mulai dari manajemen dapur yang higienis hingga memastikan ketepatan waktu distribusi.

Menariknya, Srikandi Tagana tidak hanya sekadar memasak. Mereka fokus pada pemenuhan gizi spesifik untuk kelompok rentan seperti balita, lansia, hingga ibu hamil. Selain itu, sentuhan emosional para relawan perempuan ini menjadi dukungan psikososial tersendiri bagi warga di pengungsian.

“Kami berharap langkah ini dapat meringankan beban warga dan menjadi simbol solidaritas bersama dalam penanggulangan bencana,” tambah Ade.

Berdasarkan data yang dihimpun, bantuan nasi bungkus didistribusikan secara masif selama dua hari ke titik-titik terdampak, dengan rincian sebagai berikut:

Rabu, 14 Januari 2026:

  • Lingkungan Karang Tengah: 750 bungkus (Pagi)
  • Relawan: 100 bungkus (Pagi)
  • Lingkungan Karang Tengah: 750 bungkus (Malam)
    Kamis, 15 Januari 2026:
  • Relawan: 100 bungkus (Malam)

Aksi kemanusiaan ini merupakan bagian dari dedikasi di bawah naungan Dinas Sosial Kota Cilegon dan Kementerian Sosial RI untuk memperkuat ketahanan masyarakat saat menghadapi bencana hidrometeorologi.***