SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Hujan deras selama satu jam pada Rabu (20/8/2025) siang menyebabkan banjir setinggi 50 centimeter di depan Kantor Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Serang. Kondisi ini membuat akses jalan utama terendam dan mengganggu aktivitas warga.
Walikota Serang, Budi Rustandi, menyebut banjir ini adalah masalah lama yang belum terselesaikan. Ia mengakui, genangan air terjadi karena saluran drainase yang tidak dinormalisasi.
“Hari ini kita lihat wilayah depan Puspemkot serang tergenang banjir. Saya lihat banjir ternyata banyak kendala akibat belum dinormalisasi dan ternyata dari dulu belum ada penyelesaian,” ujar Budi Rustandi kepada awak media usai meninjau lokasi banjir, Rabu (20/8/2025).
Ia menambahkan, pihaknya akan segera membuat perencanaan untuk penanganan banjir di lokasi tersebut. Solusi permanen ini rencananya akan mulai dikerjakan pada anggaran tahun 2026.
Sementara itu, Kepala Bidang Perumahan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kota Serang, Didi Rosadi, menjelaskan banjir disebabkan oleh sumbatan berupa rumput liar yang tumbuh di saluran air.
“Mudah-mudahan dalam waktu secepatnya bisa berkurang debit airnya, biasanya juga tidak lama cepat surutnya,” kata Didi.
Untuk penanganan jangka panjang, Didi menyebut akan dilakukan normalisasi dan betonisasi jalan serta saluran air. Proyek ini sudah dianggarkan pada APBD murni 2026 dengan estimasi biaya mencapai Rp 4 miliar.
“Anggaran betonisasi dan normalisasi itu butuh anggaran Rp 4 miliar. Meskipun milik pengembang, saluran air dan jalan ini sudah diserahkan [kepada Pemkot Serang],” jelasnya.
Didi berharap, setelah proyek ini berjalan, masalah banjir yang sudah sering terjadi di area tersebut tidak akan terulang lagi.***














