Sabtu, 4 April 2026

Memanas! Wabup Lebak Tersinggung Ucapan Bupati Hasbi di Acara Halal Bihalal

- Senin, 30 Maret 2026

| 14:24 WIB

LEBAK, BANTENPRO.CO.ID – Suasana khidmat acara Halal Bihalal Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pendopo Kabupaten Lebak berubah tegang, Senin (30/3/2026). Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, mengaku merasa terhina oleh pernyataan Bupati Hasbi Asyidiki Jayabaya dalam pidatonya di hadapan publik.

Amir menilai, sejumlah ucapan yang dilontarkan Hasbi tidak pantas diucapkan oleh seorang pemimpin, terlebih hal tersebut menyerang ranah pribadi yang tidak berkaitan dengan kinerja pemerintahan.

“Misal dalam pidatonya Pak Bupati menyebut saya ‘Si Amir’, ke dinas menyebut ‘elu’. Saya anggap itu ketidaksopanan yang masih wajar. Tapi ketika dia menyebut ‘Si Amir mantan narapidana, masih untung jadi Wakil Bupati’, itu sudah penghinaan pribadi,” ujar Amir saat ditemui wartawan di kediamannya.

Ketegangan sempat memuncak saat Amir mencoba berdiri untuk menghampiri Hasbi di tengah acara. Beruntung, aksi tersebut berhasil diredam oleh sejumlah pegawai serta keluarga Amir yang hadir di lokasi.

“Saya mau samperin, mau bilang ke dia jangan bicara seperti itu, tidak pantas. Tapi saya ditahan, termasuk oleh istri dan anak saya, hingga akhirnya saya memilih pulang,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Amir menambahkan bahwa kejadian ini merupakan kali kedua dirinya diperlakukan demikian di hadapan umum. Ia juga menyayangkan gaya komunikasi Bupati yang dinilai sering menggunakan bahasa tidak layak saat memimpin rapat di berbagai kedinasan.

Di sisi lain, Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya membantah tudingan bahwa dirinya berniat menghina sang wakil. Menurutnya, ucapan mengenai masa lalu Amir justru dimaksudkan sebagai bentuk apresiasi atas pencapaiannya saat ini.

“Jangan salah paham, itu memang intonasi saya seperti itu. Pak Amir itu sosok yang baik,” kelit Hasbi usai acara.

Hasbi berkilah bahwa status Amir sebagai mantan warga binaan yang berhasil menjadi pejabat publik adalah sebuah prestasi yang patut dibanggakan.

“Mantan warga binaan yang menjadi Wakil Bupati berprestasi. Artinya itu sebuah prestasi, bukan menghina,” pungkasnya.***