Senin, 27 April 2026

Pemkot Serang Klaim 100 Program Terlaksana, Angka Siswa Belum Sekolah Masih Jadi Sorotan

- Rabu, 23 Juli 2025

| 14:36 WIB

Wakil Walikota Serang Nur Agis Aulia

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Pemerintah Kota Serang mengklaim 100 program telah terlaksana sepanjang empat bulan terakhir. Data lengkap mengenai realisasi program ini disebut berada di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Menurut Wakil Walikota Serang Nur Agis Aulia mengatakan bahwa berbagai program dari dinas-dinas di lingkungan Pemkot Serang telah berjalan.

“Sebenarnya kalau lengkapnya itu datanya ada di Bappeda. Jadi semua dinas itu selama empat bulan itu ngerjain apa aja,” ujar Agis, Rabu 24 Juli 2025.

Ia menambahkan bahwa program-program tersebut meliputi pembangunan jalan, drainase, hingga bantuan BPJS. “Sudah semua sudah dirasain banyak masyarakat, Pak ya alhamdulillah beberapa yang sudah dirasain masyarakat ya. BPJS PBI kan dirasain tuh. Dan guest-nya sudah dirasain juga,” tambahnya.

Agis menegaskan komitmen Pemkot Serang untuk terus berbenah demi memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. “Jadi makanya kita terus berbenah supaya nanti bisa memberikan pelayanan yang baik lagi,” katanya.

Namun, di sisi lain, masih banyak warga Kota Serang yang belum mendaftarkan anak-anaknya ke program sekolah bagi anak tidak sekolah (ATS). Agis menjelaskan bahwa sosialisasi mengenai program ini sudah dilakukan secara masif.

“Sudah disosialisasikan. Lurah, RT, RW, Diskom semuanya bergerak termasuk pendamping PKH supaya dapat budinya,” terang Agis.

Sejauh ini, dari target 100 anak (50 SD dan 50 SMP) yang diharapkan bisa masuk kembali ke bangku sekolah, baru 31 anak yang terdata. Angka ini mencakup siswa 12 SD dan 19 SMP.

“Belum, baru 31 dari 100. Jadi hingga saat ini, makanya teman-teman juga bantu. Kan saya sudah sampaikan ya kemarin waktu ke pembukaan SR (Sekolah Rakyat), bahwa teman-teman media juga bisa bantu apa mencari kalau memang ada ya tinggal langsung komunikasi dengan Dinas Sosial,” ucap Agis.

Mengenai penyebab masih minimnya partisipasi, Agis menduga hal ini terkait dengan sosialisasi dan kemungkinan sebagian anak sudah terlebih dahulu masuk sekolah melalui jalur lain. “Pertama mungkin sosialisasi, yang kedua sudah pada banyak yang masuk sekolah juga,” pungkasnya.***