CILEGON, BANTENPRO.CO.ID – Garis polisi kini melintang di sebuah rumah di Blok C5 Nomor 8, Perumahan BBS 3, Kelurahan Ciwaduk. Lokasi tersebut menjadi saksi bisu tewasnya seorang bocah laki-laki berusia 10 tahun yang merupakan putra dari mantan Ketua DPC PPP Kota Cilegon, Maman, pada Selasa (16/12/2025).
Insiden ini masih menyisakan tanda tanya besar mengenai penyebab pasti kematian korban yang ditemukan dalam kondisi bersimbah darah.
Hingga Selasa malam, tim identifikasi dari kepolisian dilaporkan masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara mendalam. Area rumah dijaga ketat untuk mengumpulkan bukti-bukti awal.
Ketua RT setempat, Iswandi, mengungkapkan bahwa dirinya baru mengetahui kejadian tersebut setelah dihubungi oleh pihak Babinkamtibmas Ciwanduk sesaat setelah waktu Ashar.
“Saya ditelepon Pak Hamzah (Babinkamtibmas), informasinya sudah sore. Saat saya cek, rumah sudah dalam penanganan polisi,” ujar Iswandi kepada awak media.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban ditemukan pertama kali oleh kakaknya saat sang ayah, Maman, sedang berada di luar rumah untuk urusan pekerjaan di workshop.
“Ditelepon sama anaknya yang gede, lapor kalau adiknya berdarah-darah. Pak Maman langsung pulang dan mendapati anaknya sudah dalam kondisi luka parah,” tambah Iswandi.
Meski sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bethsaida untuk mendapatkan pertolongan medis darurat, nyawa siswa kelas 4 SD tersebut tidak tertolong.
Pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi mengenai adanya dugaan tindak kekerasan atau penyebab lain di balik luka parah yang diderita korban. Keberadaan kakak korban yang berada di rumah saat kejadian menjadi salah satu kunci informasi yang tengah didalami pihak berwajib.
Warga sekitar Perumahan BBS 3 mengaku terkejut dengan kejadian ini, mengingat lingkungan tersebut biasanya tenang dan kondusif.***














