CILEGON, BANTENPRO.CO.ID – Pengembang properti yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Daerah Real Estate Indonesia (REI) Banten hingga kini masih menunggu kepastian dari pemerintah terkait kuota pembiayaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk rumah subsidi pada tahun 2025.
Pasalnya, program pembangunan 3 juta rumah yang baru dijalankan di era pemerintahan Prabowo-Gibran itu hingga kini belum jelas menetapkan kuota untuk FLPP.
Demikian terungkap pada acara penutupan pameran REI Banten Property Expo 2024 di Cilegon Center Mall (CCM) Kota Cilegon, Minggu, (3/11/2024).
BACA JUGA: Geber Kepemilikan Rumah Bagi Warga Asing di Banten, REI Edukasi Pengembang
“Iya teman-teman pengembang masih manunggu, karena statmennya belum keluar dari Pak Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) tahun depan ini program FLPP itu kuotanya berapa? Ini yang masih dikhawatirkan teman-teman (pengembang),” kata Ketua DPD REI Banten Roni H. Adali kepada Bantenpro.co.id.
“Jadi kami masih bingung. Teman-teman menunggu statmen itu. Karena ini menghambat keraguan teman-teman untuk menjual rumahnya, karena takutnya loh tahu-tahu gak ada misalnya FLPP nya sedangkan konsumen sudah beli rumah itu kan repot,” sambung Roni.
Untuk itu Roni berharap kepada Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) Maruarar Sirait agar memberikan kejelasan terkait kuota FLPP dari program pembangunan 3 juta rumah tersebut.
BACA JUGA: HUT REI ke-52 Dapat Ucapan Spesial dari Presiden Joko Widodo
“Walaupun informasi soal pembangunan 3 juta unit rumah ini sudah ramai, tapi statmen Pak Menteri soal kuota FLPP belum disampaikan. Nah teman-teman menunggu kepastian soal itu. Jadi sekarang teman-teman pengambang rumah MBR ini masih bimbang dan ragu karena statmen dari Pak Menteri belum ada,” katanya.
“Dari 3 juta rumah itu kan yang pertama, 1 juta untuk perkotaan ini yang disampaikan adalah untuk perumahan vertikal. Kemudian yang 2 juta itu perumahan untuk di wilayah pedesaan dan pesisir. Nah, posisi untuk rumah MBR atau program FLPP-nya ada dimana?. Ini harus dijelaskan juga, karena ini sangat membingungkan teman-teman karena waktu Pak Menteri menjelaskan pada saat pertemuan dengan semua stakeholder yang terkait itu ternyata anggaran dari program 3 juta rumah tersebut ternyata lebih kecil dibandingkan tahun 2024 yaitu kurang lebih sepertiganya dari tahun lalu atau Rp5 triliun,” katanya.
Terlebih kata Roni, kuota FLPP untuk rumah subsidi pada tahun ini sebanyak 200 ribuan unit juga telah habis.
“Untuk itu kami berharap kuota FLPP tahun 2025 ini paling tidak 250-300 ribu unit secara nasionalnya. Itu harapan kita sehingga bisa dilaksanakan atau dieksekusi di awal tahun paling enggak minggu kedua bulan Januari 2025. Itu yang pertama banget dan itu yang dibutuhkan oleh teman-teman karena keterbatasan kuota di akhir tahun ini itu betul-betul memberatkan teman-teman pengembang khususnya pengembang rumah subsidi,” pungkasnya.***
Reporter : Ismatullah
Editor : Ismatullah














