TANGERANG, BANTENPRO.CO.ID — Wakil Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menegaskan komitmen Pemkot untuk membersihkan seluruh lingkungan pasar tradisional di Kota Tangerang dari praktik premanisme dan pungutan liar (pungli). Penegasan ini disampaikan pada Jumat (31/10/25).
Sachrudin menekankan bahwa kenyamanan dan keamanan pedagang adalah prioritas utama dalam pengelolaan pasar di bawah Perumda Pasar Kota Tangerang.
“Praktik premanisme di lingkungan pasar tidak boleh dibiarkan, tidak boleh ada pungutan liar, tidak boleh ada intimidasi terhadap pedagang. Pedagang harus nyaman,” tegas Sachrudin.
Ia juga meminta Direktur Utama Perumda Pasar yang baru dilantik, Dedi Ochen, untuk bersinergi dengan aparat keamanan seperti Satpol PP untuk menciptakan suasana yang kondusif, aman, dan tertib.
Selain aspek keamanan, Sachrudin menyoroti tantangan perubahan perilaku konsumen akibat berkembangnya pasar modern dan e-commerce. Namun, ia menilai hal ini sebagai peluang, bukan ancaman.
“Perkembangan pasar modern dan e-commerce telah mengubah perilaku konsumen, namun ini bukan ancaman melainkan peluang. Saya ingin Perumda Pasar mampu berinovasi menghadirkan pasar rakyat yang modern berbasis digital dan kompetitif,” ujarnya.
Ia secara khusus mendorong pemanfaatan teknologi, mulai dari Sistem promosi. Transaksi digital (cashless). Pengembangan konsep pasar sehat dan ramah pelanggan.
Aspek lain yang menjadi fokus Sachrudin adalah persoalan parkir yang kerap menjadi keluhan masyarakat. Ia meminta Perumda Pasar berkolaborasi dengan PT TNG agar pengelolaan parkir dilakukan secara profesional dan transparan.
“Keluhan masyarakat soal parkir harus ditanggapi serius. Lakukan penanganan menyeluruh mulai dari sistem tiket, tarif, hingga pengawasan petugas,” katanya.
Sachrudin mewanti-wanti agar keuntungan dari sektor parkir dikelola dengan baik dan hasilnya kembali digunakan untuk peningkatan fasilitas pasar, bukan diselewengkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Menanggapi arahan Wali Kota, Direktur Utama Perumda Pasar Kota Tangerang yang baru, Dedi Ochen, menyatakan fokus utamanya adalah memperkuat komunikasi internal dan meningkatkan mutu pelayanan.
“Yang pertama kami akan berkonsolidasi dengan internal dulu, antara pedagang dan struktur Perumda, supaya pasar ini benar-benar menjadi milik rakyat,” kata Dedi.
Dedi berjanji akan segera melakukan perbaikan manajemen dan menampung masukan dari berbagai pihak untuk memastikan pelayanan di pasar menjadi lebih baik. Ia menegaskan komitmen Pemkot untuk mewujudkan pasar yang aman, tertib, modern, dan berpihak kepada pedagang rakyat.***













