Rabu, 29 April 2026

Seskab Teddy Tinjau Sekolah Rakyat di Tangsel, Gus Ipul: Wujud Keberpihakan Negara ke Anak Tak Mampu

- Minggu, 19 Oktober 2025

| 13:55 WIB

TANGSEL, BANTENPRO.CO.ID – Suasana meriah mewarnai kedatangan Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 33 Tangerang Selatan, pada Sabtu (19/10/2025) sore.

Kunjungan ini merupakan bagian dari pemantauan perkembangan program pendidikan alternatif, Sekolah Rakyat.

Iring-iringan rombongan Seskab Teddy tiba di lokasi sekitar pukul 14.10 WIB. Menteri Sosial Gus Ipul, yang sudah lebih dulu hadir, ikut berbaur bersama siswa menyambut kedatangan Seskab dengan lagu dan yel-yel penuh semangat.

“SRMA 33 Tangerang Selatan, berpikir baik, berkata baik, berbuat baik,” teriak para siswa penuh semangat, disusul yel-yel, “Terimakasih bapak Letkol Teddy, doakan kami sukses, kami sayang bapak,” yang bergema di halaman sekolah.

Setelah disambut meriah, Gus Ipul dan Seskab Teddy langsung meninjau sejumlah ruangan dan menyaksikan berbagai pertunjukan seni serta keterampilan yang diperagakan para siswa, mulai dari seni lukis, bela diri, hingga penampilan musik dan bahasa asing.

Kepada wartawan, Menteri Sosial Gus Ipul menjelaskan bahwa kunjungan ini adalah bagian dari pemantauan perkembangan penyelenggaraan Sekolah Rakyat yang telah beroperasi sejak Agustus 2025. Ia menyebut Seskab Teddy merupakan salah satu tokoh yang turut mengawal lahirnya program pendidikan alternatif tersebut.

“Jadi dari awal kami bersama Pak Teddy sudah berdiskusi dan membuat konsep sampai memulai tahapan-tahapan yang ada. Nah hari ini kita keliling, dan sebelumnya Pak Teddy juga sudah datang dan mengunjungi beberapa sekolah rakyat di tempat lain,” ujar Gus Ipul.

Gus Ipul menilai SRMA 33 Tangsel memiliki struktur dan sistem pembelajaran yang terkelola baik, dengan peran aktif kepala sekolah, guru, wali kelas, hingga tenaga kependidikan.

Ia mengakui, tantangan terbesar di tahap awal penyelenggaraan Sekolah Rakyat adalah proses adaptasi. Namun, seiring berjalannya waktu, semangat kebersamaan mulai tumbuh.

“Nah tentu di dalam sekolah rakyat ini kita harapkan nanti kalau mereka lulus di tahun 2028, mereka sudah bisa memilih untuk bisa melanjutkan kuliah atau yang kedua mereka mau memilih untuk bekerja. Dan dua-duanya ini akan dikawal oleh sekolah rakyat,” jelasnya.

Sementara itu, Seskab Letkol Teddy mengungkapkan kekagumannya terhadap potensi siswa-siswi SRMA 33 Tangsel.

“Di sini ada 138 anak-anak, dan tadi kalau teman-teman bisa lihat sendiri, sangat luar biasa. Jadi tadi ada yang bisa bahasa inggris, silat, ada yang bisa nyanyi, ada bisa melukis, dan lukisannya bagus sekali,” katanya.

Teddy menegaskan, Sekolah Rakyat hadir sebagai bentuk keberpihakan negara terhadap anak-anak dari keluarga tidak mampu yang kesulitan mengakses pendidikan formal.

“Jadi untuk anak-anak yang dulu pernah sekolah, kemudian terputus, bahkan dia tidak pernah sekolah karena kesulitan ekonomi, bahkan anak yang tidak pernah sekolah, di sini lah kita sekolahkan lagi,” ujarnya.

Konsep sekolah rakyat, kata Teddy, tidak hanya memberikan pendidikan dan keterampilan, tetapi juga menjamin kebutuhan dasar para siswa.

“Diberi pendidikan lagi, diberi keterampilan lagi, dan sekaligus bedanya kita diasramakan, artinya diberi tempat tinggal, diberi makan tiga kali makan bergizi, kemudian snack, dan vitamin dan lainnya,” imbuhnya.***

Teddy menambahkan, keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan lintas kementerian dan arahan langsung dari Menteri Sosial.***