SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kota Serang siapkan anggaran 5 Milliar lebih untuk pembangunan pasar kepandean, pada tahun 2024.
“Untu kepandean kita akan membangun 1,7 dari APBD dan 3,5 M itu dari dana tugas pembantuan kementrian perdagangan, saat ini kita proses tahap lelang mudah-mudahan ini sebelum bulan Desember mulai terbangun, nanti tahap kedua 2025,” kata Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kota Serang, Wahyu Nurjamil, Rabu 7 Agustus 2024.
Nantinya, pasar kepandean akan diisi oleh pedagang yang yang saat ini berada di pasar taman sari, royal, Diponegoro dan margasari, penjual sayuran sampai ikan hias.
“Disana juga ada malamnya ada pasar kuliner pasar tematik lah. Kita lihat pasar taman sari itu bukan pasar, itu pasar ilegal karena tidak tertib dan lalainya di fasilitasi oleh PT KAI, bangunan semua itu tidak berizin, zona ruang terbuka hijau disitu dan ini akan kami pindahkan ketika pasar Pandean jadi. Taman sari akan kami bongkar,” tegansya.
Untuk pasar lama sendiri, Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kota Serang, sudah melakukan perjanjian kerjasama (PKS) dengan PT. Sinar Sosro untuk membending seluruh tempat yang ada dipasar lama.
“Untuk pasar lama Alhamdulillah tahun ini kita mendapatkan dengan sinar Sosro sudah PKS untuk membrending pasar lama dari meja dan auning termasuk lampu sehingga nambah cantik pasar lama sebagai pasar kuliner,” ungkapnya.
Sementara itu untuk pasar rau, Wahyu Nurjamil menegaskan pihaknya tidak ada Kewajiban. Karena tidak ada di dalam MOU Pemkot Serang dan PT Pesona Banten Persada.
“Pasar rau di MOU tidak ada kewajiban, kami selain menempatkan UPT, pasar rau khusus bisa ditanyakan ke bagian pemerintahan,” katanya.
Namun, Wahyu Nurjamil memastikan jika pasar kepandean telah terbangun dan seluruh pedagang pindah, hal ini bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Serang sebesar 600 juta.
“Kalau ini berjalan kota Serang tidak kumuh dan terlihat lebih bersih, jika tertib ada penambahan pendapatan asli daerah setiap tahun sekitar 600 jutaan,” tutupnya.***














