SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrat Herman Khaeron mendesak pemerintah untuk segera melakukan investigasi dan mitigasi terkait adanya udang Indonesia terinfeksi radioaktif. Herman mewanti-wanti agar pemerintah bergerak cepat sebelum negara lain menutup keran ekspor udang RI.
“Kalau memang ada indikasi (radioaktif), ya harus secepat mungkin pemerintah untuk melakukan investigasi dan melakukan telaahan terhadap indikasi ini,” kata Herman, kepada awak media, Minggu 5 Oktober 2025.
Herman menekankan kecepatan penanganan sangat penting. Ia khawatir jika lambat, negara lain akan segera melakukan embargo terhadap komoditas udang Indonesia.
“Harus cepat, kenapa? Karena sebelum kemudian negara-negara lain menge-ban, menahan terhadap masuknya komoditas udang kita ke luar negeri,” tegasnya.
Herman lantas mencontohkan kejadian yang pernah menimpa ekspor udang RI pada 2016. Saat itu, ekspor udang ke Amerika Serikat sempat di-ban karena terindikasi virus, lalu digeser ke Meksiko yang akhirnya juga menolak.
“Ini pernah terjadi. Tahun 2016 ini pernah terjadi, ekspor udang ke Amerika Serikat, kemudian di-ban karena ada indikasi terkena virus. Kemudian digeser dimasukkan ke Meksiko, akhirnya Meksiko juga menge-ban. Dan sampai sekarang ekspor udang Indonesia ke Meksiko ditutup, dan tidak ada tindak lanjut,” ungkapnya.
Menurut Herman, kondisi ini sangat merugikan masyarakat, sebab banyak tambak udang dikelola oleh rakyat. Jika masalah ini didiamkan, nilai ekonomis udang akan semakin turun.
“Jangan sampai ditemukan dalam satu wilayah tertentu, ini menyebabkan banyak tambak udang lainnya terdampak. Akhirnya nilai ekonomis dari udang semakin turun,” ujarnya.
Anggota DPR RI ini juga meminta Gubernur terkait untuk segera memberikan keterangan, melakukan mitigasi, dan perbaikan. Yang terpenting, pemerintah harus meyakinkan otoritas negara lain bahwa masalah virus ini bersifat temporer dan bisa diperbaiki.
“Saya juga nanti mungkin Pak Gubernur bisa memberikan keterangan. Segera melakukan mitigasi, melakukan perbaikan. Kalaupun memang ada, harus dijelaskan kepada publik, dan tentu bagaimana meyakinkan kepada otoritas negara lain. Bahwa sesungguhnya ini bisa diperbaiki,” jelas Herman.
Ia berharap pemerintah cepat tanggap agar dapat membuka kembali keran ekspor dan meyakinkan dunia bahwa udang Indonesia sehat dan aman dikonsumsi.
“Ini lama loh, Meksiko itu 2016 sampai saat ini. Dan mudah-mudahan saya kira pemerintah cepat tanggap dan segera bisa ada jalan keluar untuk bisa membuka kembali dan meyakinkan bahwa udang Indonesia sehat dan bisa dikonsumsi oleh warga dunia,” tutupnya.***














