Jumat, 17 April 2026

Wali Kota Serang Klarifikasi Soal Pembongkaran Pasar: Kita Pakai Kajian, Bukan Bongkar Total

- Rabu, 8 Oktober 2025

| 11:13 WIB

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Wali Kota Serang Budi Rustandi angkat bicara dan memberikan klarifikasi terkait isu pembongkaran bangunan pasar. Budi meminta agar pernyataannya disimak baik-baik untuk menghindari kesalahpahaman atau “miskomunikasi”.

Budi menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menyebut kata “pembongkaran” secara total, melainkan akan menggunakan kajian dalam setiap langkah yang diambil terhadap bangunan yang nilainya mencapai ratusan miliar rupiah tersebut.

“Saya tidak bilang pembongkaran. Bapak (wartawan) bilang ulangi lagi, bongkaran. Nah, ini yang bikin rancu nantinya. Saya bilang semua pakai kajian,” ujar Budi Rustandi, Selasa (7/10/2025).

Ia memberikan contoh, jika ada bagian yang perlu ditata atau diperbaiki seperti penambahan eskalator atau lift, maka ada bagian bangunan yang perlu dibongkar.

“Kalau pun ada beberapa penataan masih ditata, itu perlu ada contoh lift, eskalator ya. Perlu dibongkar apa enggak? Berarti berbagi. Berarti harus dibongkar kan? Nah itu lho, Pak Cetengku, jadi jangan miskomunikasi. Misalnya bongkaran-bongkaran saya, bongkaran saya. Kajian itu benar-benar itu lho. Jangan betul-betul belum tahu ceritanya,” tegasnya.

Budi menekankan pentingnya kajian mendalam untuk memastikan keamanan dan keselamatan, terutama mengingat usia bangunan yang sudah lebih dari 20 tahun.

“Ini bangunan nilainya ratusan miliar. Harus ada kajiannya, jangan sampai Bapak-Ibu ada apa-apa. Bapak bayangin ketika orang naik ke atas, itu goyang enggak? Ya kalau menurut Bapak kan, tapi kan harus ada kajiannya. Nanti siapa yang tahu, ketika rubuh. Siapa jalan Bapak nanti ketiga ribu Bapak ngilang? Saya yang tanggung jawab,” jelas Budi.

Ia menambahkan, kajian juga menjadi dasar apakah renovasi yang dilakukan sudah sesuai. Dalam proses renovasi, pastinya akan ada perbaikan seperti memperkuat tiang yang dapat mengganggu sementara aktivitas.

“Kajian itu sebagai dasar kita, tenang aja kalau misalkan Bapak nggak mau dibongkar tanpa, saya setuju, ngurangin beban saya juga. Jangan dibahas lagi pembongkaran. Pembongkaran itu namanya mengulang. Hingga akhirnya nanti ada pihak-pihak yang mempunyai kepentingan atau terganggu oleh saya menggoreng ini. Benar enggak?” katanya.

Wali Kota berharap ada kerja sama antara pemerintah dan para pedagang dalam proses renovasi dan perbaikan yang akan dilakukan.

“Renovasi pagar, pasti Bapak akan terganggu. Renovasi terkait eskalator, tentunya ada yang diganggu. Jangan sampai nanti bongkar, nggak mau bongkar. Tapi renovasi, nggak mau juga. Nggak mau terganggu. Ya susah kalau tidak ada kerjasama semua,” tutur Budi.

Di akhir pernyataannya, Budi juga menyinggung keuntungan pedagang yang berada di bawah pengelolaan Pemkot Serang, khususnya terkait biaya sewa.

“Sewanya murah banget dari Padean itu. Biasa yang di Royal itu, mereka bayar oknum pulih di atas 10 juta. Manjing, mingpandian, cuma 2,7 juta. Tidak ada pungutan tiap hari karena saya sayang pedagang sama pedagang kota Serang,” tutup Budi Rustandi.***