TANGSEL, BANTENPRO.CO.ID – Suasana di depan Kantor Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Serpong berubah menjadi panggung perlawanan, Senin (13/10). Sejak pukul 09.00 WIB, ratusan warga telah berkumpul di posko aduan yang berdiri tepat di depan gerbang kantor BRIN. Mereka memprotes rencana penutupan akses jalan raya Serpong–Muncul–Parung.
Karton-karton berisi tuntutan dibentangkan tinggi—beberapa tulisan bahkan lebih “pedas” daripada orasinya. “Wakil rakyat wajib tolong rakyat!” teriak seorang ibu berkerudung cokelat sambil mengangkat poster buatannya. Di sebelahnya, tulisan lain tak kalah menohok: “BRIN kaya kompeni!”
Tak lama berselang, Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, datang dan langsung bergabung bersama warga. Tanpa banyak basa-basi, ia berdiri di tengah kerumunan dan menyuarakan penolakannya terhadap rencana BRIN menutup akses jalan tersebut.
“Secara historis, saya kecil di Tangerang. Kalau mau mancing ke Gunung Sindur, jalan ini sudah ada,” ujarnya disambut tepuk tangan warga.
“Bahkan waktu zaman kebun karet, jalan ini sudah dipakai warga,” sambungnya.
Benyamin menegaskan, berdasarkan sertifikat yang dimiliki Pemerintah Provinsi Banten, jalan tersebut merupakan aset milik Pemprov Banten dan Jawa Barat, bukan milik BRIN.
“Jadi bukan milik siapa-siapa. Ini jalan masyarakat, bukan jalan BRIN. Kami menolak penutupan ini,” tegasnya.
Ia juga mengaku telah menempuh jalur resmi. Surat keberatan telah dikirim ke BRIN dan Gubernur Banten, yang disebutnya juga menolak penutupan jalan.
Sementara itu, perwakilan BRIN, Agus Basuki, terlihat kikuk di hadapan massa. Ia mengaku tak bisa memberikan jawaban tegas. “Saya mohon maaf bapak ibu, saya punya batasan untuk menyampaikan hal-hal yang sifatnya kebijakan dan operasional,” ujarnya pelan. “Nanti akan kami sampaikan ke pimpinan BRIN pusat,” imbuhnya.
Hingga aksi berakhir, warga masih bertahan di depan posko dengan spanduk bertuliskan “Jalan Ini Milik Rakyat, Bukan Milik Peneliti!” — seolah ingin memastikan, bahwa perlawanan terhadap rencana penutupan jalan tak akan berakhir di situ.***














