TANGERANG, BANTENPRO.CO.ID – Kasus dugaan kekerasan seksual yang menimpa seorang gadis berusia 15 tahun, sebut saja Bunga (nama samaran), warga Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, belum juga menemukan titik terang. Laporan yang dibuat hampir setahun lalu di kepolisian hingga kini belum membuahkan penetapan tersangka.
Keluarga korban, terutama sang ibu, merasa terpukul dan terus menuntut keadilan bagi putrinya.
Bunga menceritakan pengalaman traumatis yang dialaminya pada Juni 2023, saat ia masih berusia 13 tahun. Awalnya, ia diajak temannya untuk makan di sebuah restoran seafood di Tangerang. Di sana, turut hadir seorang pria yang dipanggil Koko, kenalan dari teman Bunga.
“Awalnya itu teman saya ajak makan, saya pikir cuma makan saja. Saya ngobrol sama teman, nah si Koko-nya ini diam saja,” kata Bunga.
Setelah pertemuan tersebut, teman Bunga mengirim pesan teks yang berisi bahwa Koko menyukai Bunga dan mengajak untuk berhubungan intim. Ajakan tersebut ditolak tegas oleh Bunga.
Tidak lama berselang, Koko turut menghubungi Bunga dengan pesan serupa.
“Koko itu juga ngchat saya, dia bilang langsung, ‘Apakah kamu mau berhubungan seks dengan saya’, saya tolak,” jelasnya.
Penolakan itu tidak menghentikan tekanan. Temannya bahkan terus mendesak Bunga.
Setelah didesak, teman Bunga kemudian mengajak korban ke kosannya. Sebelum tiba di kosan, mereka berhenti di minimarket untuk membeli minuman kemasan.
Sesampainya di kos, teman Bunga memberikan minuman tersebut kepada Bunga. Setelah meminumnya, Bunga mengaku langsung kehilangan kesadaran.
“Pas sampai kosannya saya dikasih minuman itu. Saya percaya saja. Pas saya minum saya tidak sadarkan diri,” tuturnya.
Saat tersadar, Bunga mendapati tubuhnya sudah tidak berpakaian dan ditutupi selimut. Ia juga merasakan sakit pada bagian vital dan melihat bercak darah.
Lebih parahnya, Bunga kemudian diancam dengan video dirinya saat sedang berhubungan intim dengan Koko.
“Pas selesai-selesainya tuh saya dikasih video. Videonya saya tuh berhubungan sama si Koko. Dia bilang, kalau kamu ngomong ke orang lain, video ini akan saya sebar. Saya jadi takut, karena posisinya masih pusing,” ujar Bunga dengan suara bergetar.
Saat sepenuhnya sadar dan dalam kondisi lemah, Bunga bergegas ke kamar mandi dan menangis. Ia sempat terjatuh akibat efek minuman yang membuatnya pusing.
Ketika hendak pulang, teman Bunga memberikan uang sebesar Rp800 ribu yang disebut berasal dari Koko. Total uang yang diberikan Koko disebut Rp1,8 juta, namun Bunga hanya menerima sebagian.
Kasus ini telah dilaporkan ke Polres Metro Tangerang Kota pada 30 Desember 2024 dengan nomor laporan LP/B/1558/XI/2024/PMJ/Resto Tangerang Kota.
Ibu korban memohon kepada aparat kepolisian dan berharap kasus ini segera dituntaskan.
“Saya ibunya, saya perlu keadilan buat anak saya. Pelakunya biar dihukum seberat-beratnya. Saya minta bantuan Presiden juga, tegakkan keadilan buat anak saya,” harapnya.***













