Selasa, 28 April 2026

Warga Lansia di Kota Tangerang Sampaikan Surat Terbuka, Keluhkan Tak Pernah Tersentuh Bansos

- Rabu, 19 November 2025

| 15:05 WIB

TANGERANG, BANTENPRO.CO.ID – Distribusi bantuan sosial (bansos) di Kota Tangerang kembali menjadi sorotan. Seorang warga lanjut usia (lansia) di Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, menyampaikan keluhan pahitnya melalui surat terbuka yang ditujukan kepada Wali Kota Tangerang, H. Sahrudin. Warga tersebut mengaku tak pernah tersentuh bansos padahal kondisinya sangat membutuhkan.

Pria bernama Fahrurrozy, warga Selapajang Jaya RT 04 RW 04, mengungkapkan kekecewaannya. Meski telah berkali-kali didata dan disurvei, panggilan untuk menerima bantuan tak pernah datang.

Fahrurrozy, yang kini berusia 74 tahun dan tengah berjuang melawan penyakit stroke, mengatakan bahwa ia tak lagi mampu beraktivitas normal. Padahal, saat kondisi fisiknya masih prima, ia pernah aktif membantu pemerintahan, termasuk menjadi pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) selama dua periode.

Di tengah keterbatasannya saat ini, Fahrurrozy mengaku merasa ‘cemburu’ melihat tetangga lain menerima berbagai jenis bantuan sosial, termasuk bantuan untuk lansia. Ironisnya, ia menilai sebagian penerima justru masih tergolong mampu secara ekonomi.

“Setiap ada pembagian bantuan sosial apa pun bentuknya, saya hanya bisa melihat mereka ramai-ramai dapat bantuan. Bahkan tidak sedikit yang masih bekerja dan lebih berada (kaya). Sementara saya berkali-kali disurvei dan dimintai data, tapi panggilan untuk menerima bansos tak pernah datang,” keluhnya dalam surat tersebut.

Ia juga menyampaikan bahwa satu-satunya “bantuan” yang bisa ia rasakan adalah beras bansos yang ia beli dari tetangga. Ia terpaksa membeli bagian tetangganya seharga Rp70 ribu per 10 kilogram karena penerima tersebut menjualnya.

“Namun saya bersyukur dengan adanya bansos (beras) saya dapat ikut merasakan meskipun harus membeli beras sembako 70 RB (1 karung 10 kg) dari tetangga yang menjual bagiannya. Karena tidak biasa mengkonsumsi beras sembako,” jelasnya.

Melalui curahan hati ini, Fahrurrozy berharap pemerintah dan pihak berwenang dapat lebih cermat dalam penyaluran bantuan sosial. Ia memohon agar bantuan dapat lebih tepat sasaran, terutama memperhatikan warga lansia dan kelompok rentan yang benar-benar membutuhkan di tengah kondisi sakit dan keterbatasan ekonomi.

“Demikian curahan hati saya, semoga menjadi renungan bagi semua yg berkompeten dalam hal diatas,” tutupnya.***