SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Pembangunan fisik Gedung Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Serang resmi dinyatakan rampung 100 persen. Proyek strategis yang menelan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp8,6 miliar tersebut berhasil diselesaikan tepat waktu sesuai target kontrak.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kabupaten Serang, Rahmat Fitriyadi, menegaskan bahwa seluruh proses pengerjaan telah melalui tahapan pemeriksaan ketat oleh tim teknis. Ia juga menepis isu miring terkait potensi denda keterlambatan pada proyek tersebut.
“Tim teknis bersama PPK dan PPTK sudah turun langsung melakukan pengecekan pada 24 Desember kemarin. Hasilnya, laporan tim menyatakan pekerjaan rampung 100 persen sesuai kontrak,” tegas Rahmat kepada awak media, Senin (29/12/2025).
Dengan capaian tersebut, Rahmat memastikan pihak pelaksana tidak dikenakan sanksi denda sepeser pun. “Tidak ada denda, karena pembangunannya tepat waktu,” imbuhnya.
Meski fisik bangunan sudah berdiri megah, DPKD Kabupaten Serang memutuskan untuk tidak langsung meresmikan gedung tersebut. Rahmat menjelaskan, operasional penuh baru akan dimulai pada tahun 2026.
Penundaan ini diklaim sebagai strategi branding untuk memperkuat literasi di wilayah Kabupaten Serang. Pihaknya ingin momentum peresmian (launching) menjadi ajang kolaborasi besar antar stakeholder.
“Kita selesaikan dulu administrasinya di akhir 2025 ini. Untuk peresmian, kita butuh konsep matang, mengundang berbagai komunitas, dan merancang acara sebagai bagian dari strategi promosi agar Perpusda ini benar-benar dikenal masyarakat,” paparnya.
Perjalanan menjadikan Perpusda Serang sebagai ikon literasi masih panjang. Rahmat mengakui saat ini gedung tersebut baru berfungsi sebagai ‘stimulus’ awal. Masih ada beberapa kebutuhan infrastruktur mendesak yang belum terkaver anggaran DAK.
Beberapa poin krusial yang akan diusulkan melalui APBD maupun bantuan pusat antara lain:
- Akses Jalan & Parkir: Dibutuhkan anggaran sekitar Rp400 juta hingga Rp500 juta untuk membangun akses jalan sepanjang 150 meter. DPKD akan berkoordinasi dengan Dinas PU terkait hal ini.
- Landscape & Taman Literasi: Area luar gedung akan ditata menjadi ruang terbuka hijau, tempat diskusi, dan area bermain anak yang direncanakan rampung pada 2027.
- Fasilitas Interior: Pengadaan mebeler tambahan dan penambahan koleksi buku baru akan diusulkan pada APBD 2026.
“Konsep kita adalah ‘tumbuh berjalan’. Tahun 2026 kita mulai operasional, dan targetnya di 2027 seluruh fasilitas termasuk sistem perpustakaan digital sudah lengkap seperti standar Perpustakaan Nasional,” pungkas Rahmat.***













