Jumat, 15 Mei 2026

Siap-siap! Kota Serang Bakal Punya Wisata Paralayang di Gunung Gedor, Uji Terbang Juni 2026

- Jumat, 15 Mei 2026

| 17:16 WIB

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disparpora) Kota Serang tengah serius menggarap potensi wisata baru. Gunung Gedor yang terletak di Kelurahan Cibendung, Kecamatan Taktakan, kini sedang disiapkan untuk disulap menjadi destinasi sport tourism (wisata olahraga) paralayang pertama di Ibu Kota Provinsi Banten.

Kepala Disparpora Kota Serang, Zeka Bachdi mengungkapkan, pihaknya telah menjalin komunikasi intensif dengan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI). Bahkan, tim ahli dari federasi tersebut sudah turun langsung meninjau calon lokasi landasan pacu udara tersebut.

“Kami sudah berkomunikasi dengan Federasi Aerosport Indonesia. Perwakilan mereka juga sudah datang melakukan kunjungan ke titik venue yang akan kita jadikan wisata sport paralayang ini,” kata Zeka, Kamis (14/5/2026).

Menurut Zeka, pemilihan Gunung Gedor bukan tanpa alasan. Berdasarkan analisis awal, kawasan perbukitan di Kecamatan Taktakan ini memiliki kontur tanah yang ideal serta didukung oleh kondisi angin yang sangat potensial untuk aktivitas olahraga dirgantara.

Untuk memastikan aspek keamanan, Disparpora menjadwalkan agenda uji terbang (test flight) pada Juni 2026 mendatang. Proses krusial ini akan melibatkan personel dari TNI Angkatan Udara (AU) serta Federasi Paralayang Indonesia.

“Insya Allah bulan Juni nanti akan dilakukan uji terbang oleh teman-teman Angkatan Udara dan Federasi Paralayang. Kami mohon doa dari masyarakat target ini bisa berjalan lancar,” tuturnya.

Hasil dari uji terbang tersebut nantinya akan menjadi landasan hukum dan keselamatan (safety). Jika rekomendasi resmi menyatakan Gunung Gedor layak, Disparpora menargetkan destinasi ini bisa mulai dibuka untuk umum pada Juli 2026.

Tidak hanya menawarkan sensasi terbang di angkasa, kawasan Gunung Gedor juga akan dikembangkan dengan konsep terintegrasi. Disparpora berencana membangun fasilitas camping ground (area perkemahan) di puncak gunung untuk memanjakan para pencinta alam.

Meski potensinya besar, Zeka menegaskan bahwa saat ini Pemkot Serang sengaja belum membuka keran promosi secara masif ke luar daerah. Pihaknya memilih taat prosedur demi keselamatan wisatawan.

“Kami belum membuka ruang promosi secara luas karena harus menunggu hasil uji terbang terlebih dahulu. Promosi baru akan kita gencarkan setelah rekomendasi safety dari para ahli keluar. Keamanan wisatawan adalah yang utama,” pungkas Zeka.***