Selasa, 19 Mei 2026

Gubernur Andra Soni Dukung DOB Cilangkahan, Siapkan Infrastruktur Hingga Sekolah Unggulan

- Selasa, 19 Mei 2026

| 16:23 WIB

Andra Soni saat menerima audiensi Badan Koordinasi Pembentukan Kabupaten Cilangkahan (Bakor PKC) di Gedung Negara Provinsi Banten, (foto: istimewa)

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan dukungan penuhnya terhadap pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Cilangkahan. Ia menyebutkan, wilayah tersebut merupakan daerah yang paling siap untuk dimekarkan, dan pihaknya terus aktif menyuarakan hal ini ke pemerintah pusat.

“Kami terus menyuarakan DOB Kabupaten Cilangkahan ke pusat dalam berbagai kesempatan. Kami proaktif mengingatkan terkait rencana pemekaran ini,” ujar Andra Soni saat menerima audiensi Badan Koordinasi Pembentukan Kabupaten Cilangkahan (Bakor PKC) di Gedung Negara Provinsi Banten, Senin (18/5/2026).

Sambil menunggu dibukanya kembali moratorium pemekaran daerah, Andra Soni memfokuskan upaya saat ini pada peningkatan kualitas pelayanan dasar dan pembangunan infrastruktur di wilayah Lebak Selatan. Berbagai program strategis telah digulirkan pemerintah provinsi untuk mempersiapkan wilayah yang masuk kawasan Banten bagian selatan tersebut.

Bersama Pemerintah Kabupaten Lebak, Pemprov Banten terus memperluas akses layanan bagi masyarakat. Di sektor kesehatan, kini telah berdiri Rumah Sakit Umum Daerah di Malingping dan Cilograng guna mendekatkan pelayanan medis bagi warga. Di sisi lain, anggaran besar juga dialokasikan untuk program Bangun Jalan Desa Sejahtera atau Bang Andra, pembangunan jaringan irigasi, hingga jaminan pendidikan gratis bagi siswa SMA, SMK, dan Sekolah Khusus swasta.

“Fokus pembangunan kami memang banyak di wilayah Banten Selatan. Kami sadar aksesibilitas di sana harus terus ditingkatkan. Tujuannya, saat nanti pemekaran disetujui, kondisi layanan dasar, infrastruktur, dan fasilitas pendukung lainnya sudah berjalan baik. Bahkan ke depan, saya punya rencana membangun sekolah unggulan berbasis asrama atau boarding school di wilayah tersebut,” ungkap Andra.

Menurutnya, seluruh persyaratan administratif untuk pembentukan DOB Cilangkahan sejatinya sudah terpenuhi, bahkan hingga tahap penerbitan surat Amanat Presiden. Hal ini menjadi bukti kuat bahwa Cilangkahan merupakan wilayah yang paling siap. Langkah ini juga sudah tertuang secara resmi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Banten.

“Kami tidak bisa berdiam diri. Bersama pemangku kepentingan dan masyarakat, persiapan lain tetap kami lakukan secara bertahap. Untuk itu, saya butuh banyak masukan agar semuanya matang,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Bakor PKC, Herry Djuhaeri, sangat mengapresiasi langkah nyata dan konsistensi Gubernur Andra Soni yang terus memperjuangkan pemekaran ini. Menurutnya, Cilangkahan sangat layak menjadi kabupaten mandiri karena memiliki wilayah yang luas serta potensi Pendapatan Asli Daerah yang cukup besar.

“Insya Allah, kami yakin wilayah ini akan lebih cepat mandiri jika sudah berdiri menjadi kabupaten sendiri,” kata Herry.

Ia menjelaskan, gagasan pemekaran wilayah ini sebenarnya sudah mengemuka sejak lama, bahkan sebelum Provinsi Banten terbentuk. Saat masih menjadi bagian dari Provinsi Jawa Barat, wacaran pembentukan Kabupaten Malingping sudah muncul, namun saat itu prioritas utama diberikan untuk pemekaran Provinsi Banten. Harapannya, di bawah kepemimpinan Andra Soni, cita-cita lama tersebut akhirnya bisa terwujud.

“Dulu kami berharap setelah Banten jadi provinsi, Cilangkahan menyusul. Namun dinamika berjalan dan daerah lain lebih dulu terbentuk. Kini harapan kami besar sekali agar terwujud di era Pak Andra. Beliau bahkan sudah aktif membantu kami sejak sebelum menjabat, hingga memfasilitasi pertemuan dengan pimpinan DPR RI,” pungkas Herry.***